Profesi Pelatih Robot Jadi Tren Baru di China, Tugasnya Mengajari Bikin Kopi hingga Masak

6 hours ago 3

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:05 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI kini melahirkan profesi baru yang sebelumnya terdengar seperti adegan film fiksi ilmiah. Di China, anak-anak muda kini bekerja sebagai “guru” bagi robot humanoid atau robot berbentuk manusia agar bisa menjalankan tugas sehari-hari seperti membuat kopi, mengantar barang, hingga bekerja di dapur.

Fenomena ini muncul seiring pesatnya perkembangan industri robot humanoid di Negeri Tirai Bambu tersebut. Berbagai pusat pelatihan robot mulai bermunculan untuk mempersiapkan robot agar mampu bekerja berdampingan dengan manusia di dunia nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu kisah datang dari Chen Wenhai, pria 23 tahun yang bekerja sebagai pelatih robot di Pusat Inovasi Robot Humanoid Hubei. Dalam kesehariannya, Chen mengenakan headset VR dan pakaian motion capture untuk mengajarkan gerakan kepada robot humanoid yang memiliki tinggi hampir sama dengannya.

Saat Chen mengangkat tangan, robot di sampingnya akan menirukan gerakan tersebut secara sinkron. Ketika ia menggenggam tangan, lima jari robot ikut menutup. Tak berhenti di situ, robot juga mampu menggiling biji kopi, mengangkat cangkir, hingga menuangkan air panas dengan gerakan yang presisi sampai akhirnya menghasilkan secangkir kopi Americano.

Aktivitas seperti itu kini menjadi rutinitas harian di pusat pelatihan robot tersebut. Tempat itu menjadi salah satu platform pelatihan robot humanoid terbesar di China dengan lebih dari 20 simulasi lingkungan nyata, mulai dari rumah sakit, supermarket, dapur, hingga kantor.

Di sana, manusia dan robot bekerja secara langsung satu lawan satu untuk melatih berbagai kemampuan dasar seperti berjalan, menggenggam barang, hingga mengantarkan benda. “Tidak ada buku panduan siap pakai untuk melatih robot,” kata Chen, sebagaimana dikutip dari Xinhua Net, Minggu, 24 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chen mengungkapkan, dari total delapan jam kerja setiap hari, hanya sekitar tiga setengah jam data yang benar-benar bisa digunakan. Sisanya dihabiskan untuk memperbaiki gerakan robot dan mengulang latihan berkali-kali.

Bahkan gerakan sederhana sekalipun terkadang membutuhkan ratusan hingga ribuan pengulangan agar robot mampu melakukannya dengan benar. Menurut Zhou Mengkun, insinyur di perusahaan teknologi Hubei Optics Valley Dongzhi Embodied Intelligence Technology, peran pelatih robot sangat penting untuk menjembatani teknologi dengan kebutuhan dunia nyata.

Halaman Selanjutnya

Ia menjelaskan, para pelatih tidak sekadar memberi contoh gerakan, tetapi juga membantu mengumpulkan data mengenai lintasan gerak, tekanan, hingga respons sentuhan robot. Melalui pengujian dan penyesuaian berulang, robot diharapkan dapat bekerja secara stabil di berbagai situasi nyata, mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga kebutuhan industri pabrik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |