Profil Sarah Khalifa, Presenter TV yang Divonis Mati Karena Jadi Gembong Narkoba

5 days ago 14

Rabu, 9 September 2026 - 10:58 WIB

VIVA – Nama Sarah Khalifa mendadak menjadi perhatian setelah pengadilan di Kairo, Mesir, menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap dirinya dalam perkara narkoba sintetis.

Vonis tersebut dijatuhkan pada Sabtu, 5 September 2026. Sarah tidak sendiri. Sebanyak 11 terdakwa lainnya juga menerima hukuman serupa dalam perkara yang disebut berkaitan dengan jaringan produksi dan perdagangan narkoba sintetis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum terseret kasus hukum, Sarah Khalifa dikenal publik Mesir sebagai presenter televisi. Perempuan yang dilaporkan berusia 39 tahun itu juga memiliki aktivitas bisnis dan cukup populer di media sosial.

Lantas, siapa sebenarnya Sarah Khalifa?

Sarah Khalifa merupakan figur media asal Mesir yang namanya dikenal melalui dunia televisi. Ia bukan hanya berprofesi sebagai presenter, tetapi juga disebut menjalankan bisnis di sektor kecantikan dan perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan acara.

Popularitasnya semakin meningkat ketika Sarah menjadi presenter program televisi Mission Impossible.

Program tersebut memiliki fokus pada berbagai persoalan kriminalitas dan keamanan. Peran Sarah sebagai presenter membuatnya cukup dekat dengan isu-isu kejahatan yang menjadi perhatian publik Mesir.

Di luar layar televisi, Sarah juga memiliki jumlah pengikut yang cukup besar di media sosial. Mengintip akun Instagramnya, @sara_khaliifa, diikuti lebih dari 2 juta orang.

Kehidupan Sarah yang sebelumnya lekat dengan dunia hiburan dan media kemudian berubah drastis setelah namanya terseret perkara narkoba.

Dari Presenter Televisi ke Tersangka Kasus Narkoba

Perkara yang menjerat Sarah berkaitan dengan dugaan keterlibatan dalam jaringan kriminal yang memproduksi sekaligus memperdagangkan narkoba sintetis.

Dalam persidangan, jaksa menuduh kelompok tersebut mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Bahan tersebut kemudian digunakan untuk memproduksi narkoba sintetis sebelum diedarkan.

Penyidik menduga jaringan itu memiliki pembagian tugas, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga distribusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aparat juga mengungkap sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut. Dua apartemen disebut digunakan sebagai tempat yang berfungsi sebagai laboratorium produksi narkoba.

Dalam operasi penggerebekan, polisi dilaporkan menemukan lebih dari 750 kilogram narkoba dan bahan baku. Senjata api serta amunisi yang disebut tidak memiliki izin juga ditemukan dalam perkara tersebut.

Halaman Selanjutnya

Sarah membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan tidak terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba dan juga membantah pernah menggunakan narkoba.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |