Puan Minta Misteri Kematian Korban Kerusuhan Pejompongan Bambang Setiawan Diusut Tuntas!

1 week ago 8

Selasa, 1 September 2026 - 12:19 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara soal kasus Bambang Setiawan, warga yang meninggal dunia setelah kerusuhan aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. 

Puan mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas misteri kematian Bambang Setiawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas dan kita lihat apa yang terjadi dituntaskan dengan sebaik-baiknya," ucap Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.

Puan kembali mengungkit bahwa penyampaian aspirasi harus dilaksanakan dengan tertib tanpa menimbulkan pengrusakan.

Maka dari itu, Puan kembali mendorong aparat kepolisian untuk menyelidiki misteri kematian Bambang Setiawan dengan bukti-bukti yang ada secara tuntas.

"Jadi kami meminta pada aparat terkait bisa menyelidiki dan menyelesaikam masalah ini dengan sebaik-baiknya, dan menuntaskan masalah ini dengan bukti-bukti yang kuat. Bila memang terbukti ya haris diselesaikan dengan tuntas," pungkas Puan.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik Jakarta setelah aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI menyisakan kabar duka.

Polda Metro Jaya mengonfirmasi satu warga meninggal dunia di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri ketika aparat melakukan evakuasi di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya aman.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga tersebut. Namun, polisi belum mengungkap identitas korban.

"Pertama kami sampaikan belasungkawa, warga kita berpulang," kata Budi kepada wartawan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Budi menjelaskan, aparat awalnya menerima informasi dari masyarakat bahwa kerusuhan masih berlangsung di kawasan Pejompongan. Polisi kemudian melakukan pengecekan sekaligus memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

"Berawal adanya informasi masyarakat di lokasi itu masih kerusuhan. Sehingga Polri lakukan evakuasi melihat dan menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas," ujar Budi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah kawasan dinyatakan cukup aman untuk dimasuki, tim Dokkes Polda Metro Jaya menemukan seorang laki-laki dalam kondisi pingsan.

Korban kemudian langsung dievakuasi dan dibawa ke RS (rumah sakit) Mintohardjo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Halaman Selanjutnya

"Sehingga pada saat lokasi diamankan dokkes Polda Metro evakuasi laki-laki dalam kondisi pingsan. Dibawa ke RS Mintoharjo penanganan di RS yang bersangkutan meninggal dunia," katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |