Punya Rp20 Juta, Ini Pilihan Motor Listrik Baru yang Bisa Dibeli di Indonesia

2 weeks ago 4

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:25 WIB


Jakarta, VIVA – Punya dana Rp20 juta kini sudah cukup untuk membeli motor listrik baru dari sejumlah merek yang dipasarkan di Indonesia. Pilihannya pun cukup beragam, meski calon pembeli perlu memperhatikan skema pembelian karena harga murah yang ditampilkan tidak selalu berarti baterai sudah menjadi milik konsumen.

Dari penelusuran VIVA Otomotif, Rabu 26 Agustus 2026, salah satu pilihan datang dari ALVA melalui N3 Next Gen yang ditawarkan dengan harga Rp18,5 juta melalui skema BEBAS PAS. Skema ini berbeda dengan pembelian unit beserta baterai secara langsung karena konsumen menggunakan sistem layanan baterai sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polytron juga memiliki dua model yang masuk rentang harga tersebut, yakni Fox-200 seharga Rp12,1 juta dan Fox 350 Rp16,5 juta. Namun, kedua harga itu menggunakan skema sewa baterai sehingga ada biaya tambahan yang perlu diperhitungkan setelah pembelian motor.

Pilihan lainnya datang dari Yadea melalui GT20 yang dibanderol Rp15,5 juta dan RS20 seharga Rp16,6 juta. Kedua motor listrik ini menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari kendaraan roda dua bertenaga baterai dengan harga masih jauh di bawah Rp20 juta.

Dari Indomobil eMotor, ada QT dengan harga Rp15 juta serta QT Pro yang ditawarkan sekitar Rp18,8 juta. Kehadiran dua model ini membuat pilihan semakin beragam, terutama bagi konsumen yang ingin mencari motor listrik dengan harga terjangkau tanpa terpaku pada satu merek.

Volta juga memiliki sejumlah produk di kisaran harga yang sama, termasuk Volta 401 Reguler yang dibanderol Rp18,25 juta dan Eagle Reguler seharga Rp18,85 juta. Dengan demikian, konsumen yang memiliki anggaran maksimal Rp20 juta masih bisa mempertimbangkan beberapa pilihan berdasarkan desain dan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, harga motor listrik dari VinFast seperti Evo dan Feliz II juga pernah masuk kisaran di bawah Rp20 juta dengan skema tertentu. Seperti Polytron dan ALVA, calon pembeli perlu memahami lebih dulu perbedaan antara harga unit, pembelian baterai, dan sistem sewa atau berlangganan baterai.

Harga paling murah memang bisa menjadi daya tarik utama, terutama ketika motor listrik kini mulai bersaing dengan motor bensin di segmen harga terjangkau. Namun, biaya kepemilikan tidak cukup dihitung dari harga awal karena skema baterai dapat membuat pengeluaran konsumen berbeda dalam jangka panjang.

Kawasaki Ninja E-1

Kawasaki Belum Menyerah dengan Motor Listrik

Kawasaki belum meninggalkan pasar motor listrik, meski perkembangan teknologinya belum membawa perubahan besar pada salah satu produk andalannya di segmen itu.

img_title

VIVA.co.id

24 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |