Purbaya Jamin Dana Buat Pembayaran Utang Whoosh Tersedia, Simak Penjelasannya

6 days ago 5

Selasa, 8 September 2026 - 00:37 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, Kementerian Keuangan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang kereta cepat (Whoosh), setelah proses pengalihan pada pertengahan September mendatang.

Purbaya mengatakan, pemerintah tidak perlu mencari investor baru untuk membiayai kewajiban utang tersebut, karena dana untuk pembayaran telah tersedia melalui perusahaan BUMN di bawah Kementerian Keuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah ada uangnya," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menjelaskan, setelah pengalihan dilakukan, kewajiban utang kereta cepat akan ditangani oleh salah satu perusahaan Special Vehicle Mission (SMV), atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.

Menurut Purbaya, kemampuan keuangan perusahaan tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kewajiban utang. Dia mencontohkan, salah satu perusahaan SMV dapat membukukan keuntungan sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun per tahun.

Purbaya menyebut bahwa SMV yang akan mengelola kereta cepat nanti, memiliki keuntungan bersih hingga Rp 800 miliar per tahun.

"Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung," ujarnya.

Purbaya mengatakan, proses pengalihan kereta cepat kepada Kemenkeu tidak disertai transaksi pembayaran kepada Danantara Indonesia. Kemenkeu akan menerima penyertaan ekuitas dengan nilai nol rupiah, namun selanjutnya mengambil alih tanggung jawab atas kewajiban utang kereta cepat.

"Itu kan dana penyertaan ekuitas dikasih ke saya, nol rupiah. Kan saya nanggung utang ke depannya. SMV saya menanggung utang ke depannya. Jadi enggak ada cost-nya buat saya," kata Purbaya.

Dia menegaskan, penyelesaian utang akan dilakukan setelah proses pengalihan kereta cepat rampung. Pemerintah diakuinya akan terlebih dahulu menghitung besaran kewajiban, dan menentukan perusahaan BUMN di bawah Kemenkeu yang akan menangani pembayaran utang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang jelas kami nggak bayar, kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini," ujarnya.

Meski demikian, Purbaya belum mengungkapkan nama perusahaan SMV yang akan ditugaskan menangani kewajiban pembayaran utang kereta cepat tersebut. (Ant).

Mendagri Tito Karnavian.

Lapor ke Prabowo, Mendagri: Sejumlah Pemda Terdampak Bencana NTT Lambat Cairkan Anggaran

Tito melaporkan ke Presiden Prabowo, sejumlah pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih lambat membelanjakan anggaran bantuan untuk penanganan bencana.

img_title

VIVA.co.id

7 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |