Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan akan melihat perkembangan lebih lanjut terkait nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Djaka Budhi Utama yang muncul dalam persidangan kasus Blueray Cargo milik terdakwa John Field.
"Ya Nanti kita lihat ya," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia pun turut merespons pernyataan terkait Dirjen Bea Cukai diduga menerima uang suap sebesar 213.600 dolar Singapura (SGD) dalam kasus tersebut. Purbaya kembali menegaskan akan memantau situasi persidangan selanjutnya.
"Yang bilang siapa? KPK ya? Nanti kita lihat saja," ujar dia.
Respons KPK
KPK angkat bicara usai nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Djaka Budi Utama disebut dalam persidangan terkait dugaan penerimaan uang suap sebesar 213.600 dolar Singapura (SGD).
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPK, Setyo Budiyanto menyebut pihaknya akan mengkaji kemungkinan untuk memanggil Dirjen Bea Cukai Djaka sebagai saksi kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai.
"Nanti akan dikaji dan diolah ya, kemudian dibahas," ujar Setyo kepada wartawan di Kabupaten Serang, Jumat, 22 Mei 2026.
penyidik lembaga antirasuah terkait kasus Bea Cukai.
"Kami pimpinan tidak akan mau mendahului karena jangan sampai nanti mencampuradukkan antara informasi yang berkembang. Kemudian dengan apa yang didapatkan pada tahap pemeriksaan di persidangan maupun di pemeriksaan di penyidikan," ungkap dia.
Arahan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk segera membenahi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Sebab, kinerja DJBC diakuinya masih harus banyak diperbaiki, oleh pihak Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang membawahinya.
Bahkan, Dia menegaskan bahwa jika kinerja DJBC tidak juga segera diperbaiki, maka Prabowo meminta Purbaya untuk tidak segan-segan mengganti Dirjen Bea Cukai Kemenkeu yakni Djaka Budhi Utama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki," kata Prabowo di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
"Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Prabowo juga mengingatkan kepada seluruh jajaran kabinetnya untuk terus melakukan upaya pembersihan birokrasi, guna memberantas perilaku korupsi di masing-masing instansi yang dipimpinnya.

2 weeks ago
6














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)