Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:00 WIB
VIVA –Agen Rahasia Amerika Serikat, U.S. Secret Service mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya video yang disiarkan media pemerintah Iran dan diduga berisi ancaman terhadap putra bungsu Presiden Donald Trump, Barron Trump.
"U.S. Secret Service mengetahui video tersebut dan menyelidiki segala sesuatu yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap orang-orang yang berada dalam perlindungan kami. Demi menjaga keamanan operasional, kami tidak membahas hal-hal yang berkaitan dengan informasi intelijen untuk perlindungan," kata juru bicara Secret Service, Nate Herring, dalam sebuah pernyataan dikutip dari laman Time, Kamis 27 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut media Inggris-Iran, Iran International, video berdurasi hampir tiga menit itu diawali dengan gambar bertuliskan 'Where to Kill Barron Trump' (Di Mana Membunuh Barron Trump). Narator dalam video tersebut kemudian membahas upaya untuk mendekati putra Presiden yang berusia 20 tahun itu dan mengklaim bahwa Barron sedang berada dalam pengawasan Iran.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh CNN. Mereka melaporkan bahwa Secret Service mengetahui tayangan tersebut. Video itu disiarkan pada akhir pekan melalui stasiun televisi milik pemerintah, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Lembaga penyiaran tersebut berada di bawah kendali Pemimpin Tertinggi Iran.
Tayangan tersebut muncul setelah sebelumnya pada Juli lalu beredar video serupa yang dirilis Tasnim News Agency, kantor berita yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Video itu berfokus pada Ibu Negara Melania Trump dan menampilkan dugaan celah dalam sistem pengamanannya. Tayangan tersebut diakhiri dengan kalimat 'Barron Trump, tunggu kami!'.
Sementara itu, TIME tidak dapat memverifikasi secara independen klaim yang disampaikan dalam video tersebut. Video itu juga tidak memberikan bukti bahwa Barron Trump benar-benar sedang diawasi atau bahwa ada pihak yang berhasil menembus sistem keamanannya. Ketika dimintai tanggapan mengenai dugaan ancaman terhadap Barron Trump, Gedung Putih mengarahkan TIME kepada Secret Service.
Sebagai informasi, Trump disebut-sebut telah menjadi sasaran ancaman dari Iran sejak masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Para pejabat Iran berulang kali mengancam Trump setelah ia memerintahkan serangan udara yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani, komandan pasukan elite Quds Force, pada awal 2020.
Halaman Selanjutnya
Ancaman tersebut semakin meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada tahap awal perang. Putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, kemudian berjanji akan membalas kematian ayahnya.

2 weeks ago
4













