Putra Netanyahu Mendadak Dievakuasi dari AS, Disebut Jadi Target Pembunuhan Iran

2 weeks ago 2

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:00 WIB

VIVA –Putra sulung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu dievakuasi kembali ke Israel. Seperti diketahui selama beberapa waktu belakangan ini Yair diketahui menetap di Florida Amerika Serikat. Evakuasi ini menyusul dengan adanya ancaman terhadap keselamatannya. Hal ini disampaikan langsung oleh badan intelijen dalam negeri Israel.

"Terdapat ancaman serius untuk mencelakai Yair Netanyahu. Setelah dilakukan penilaian, diputuskan untuk segera mengevakuasinya bersama tim pengamanan dan membawanya kembali ke Israel," kata Shin Bet dalam pernyataannya pada Sabtu malam 29 Agustus 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan tersebut tidak menjelaskan dari mana ancaman itu berasal.

Stasiun televisi Amerika Serikat Newsmax sebelumnya melaporkan pada pekan ini bahwa Yair Netanyahu menjadi target dugaan rencana pembunuhan oleh Iran pada Desember lalu saat tinggal di Florida.

Menurut laporan tersebut, intelijen Israel memberi tahu otoritas Amerika Serikat setelah mengetahui dugaan rencana tersebut. Informasi itu mengutip seorang pejabat penegak hukum AS.

Laporan mengenai dugaan ancaman tersebut muncul setelah Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Channel 14 bahwa, Iran menargetkan salah satu putranya. 

"Iran mencoba membunuh, menghabisi salah satu putra saya," kata dia.

Yair Netanyahu yang selalu didampingi tim keamanan Israel kemudian diperintahkan untuk segera meninggalkan wilayah tersebut, menurut Newsmax. Ia meninggalkan tempat itu tanpa membawa barang-barang pribadinya dan langsung kembali ke Israel.

Putra sulung Netanyahu telah tinggal di Florida selama beberapa tahun. Menurut The Times of Israel, gaya hidupnya yang disebut mewah serta pengamanan yang dibiayai negara untuk melindunginya beberapa kali menjadi sorotan publik di Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusannya tetap tinggal di Amerika Serikat setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel juga menuai kritik dari banyak warga Israel. Mereka mempertanyakan standar ganda karena putra Netanyahu tetap berada di luar negeri, sementara ratusan ribu tentara cadangan Israel dipanggil untuk bertugas, menurut laporan media Israel tersebut.

Yair Netanyahu yang dikenal sebagai aktivis sayap kanan dan podcaster juga aktif di media sosial. Ia kerap mengomentari politik Israel serta menyerang lawan politik ayahnya, para pengkritik pemerintah, dan jurnalis.
 

Presiden AS Donald Trump.

Donald Trump Mengidap 'Skizofrenia Hormuz'

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyinggung kondisi kejiwaan Donald Trump, yang ia samakan dengan “skizofrenia” dan “delusi”. Kok bisa?

img_title

VIVA.co.id

31 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |