Rachmat Gobel: Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih Tak Sejalan Upaya Penguatan Industri Nasional

2 weeks ago 8

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:01 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel menekankan bahwa industri otomotif nasional telah memiliki kemampuan memproduksi mobil pikap secara domestik, mengingat adanya rencana impor segmen kendaraan tersebut untuk Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih.

Menurut Gobel, kebijakan impor kendaraan dalam jumlah besar berpotensi tidak sejalan dengan upaya penguatan industri nasional dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Para pembantu presiden harus menerjemahkan dan menjalankan dengan benar cita-cita Bapak Presiden, yaitu Astacita, konsep Prabowonomics, dan Sumitronomics. Kapan lagi kita bisa mewujudkan pemikiran yang nasionalistik dan sesuai konstitusi seperti yang dimiliki Presiden Prabowo Subianto," ujar Gobel.

Sebelumnya diberitakan rencana pengadaan sekitar 105 ribu kendaraan niaga dari India, untuk mendukung transportasi logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan nilai mencapai Rp24,66 triliun.

Gobel menilai langkah impor tersebut berpotensi bertentangan dengan agenda prioritas pemerintah, khususnya terkait penciptaan lapangan kerja dan penguatan industrialisasi nasional.

"Rencana impor mobil secara besar-besaran ini dengan menggunakan dana BUMN sama sekali tak mendukung Astacita, bahkan melanggar Astacita, karena menghamburkan dana negara untuk membiayai tenaga kerja asing dan industri negara lain," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan peran BUMN seharusnya menjadi instrumen untuk menggerakkan industri domestik serta menyerap tenaga kerja, terutama lulusan pendidikan vokasi yang banyak terserap di sektor otomotif.

Gobel juga menekankan bahwa industri otomotif Indonesia telah berkembang dengan jaringan produksi dan layanan yang luas, serta tingkat kandungan lokal yang terus meningkat.

Selain itu, ia menilai pengadaan kendaraan untuk kopdes seharusnya dapat menjadi momentum bagi industri nasional untuk menunjukkan kapasitasnya.

"Pengadaan mobil untuk KDMP seharusnya menjadi momentum bagi Pindad untuk membuktikan kemampuannya," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengingatkan pentingnya penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan kendaraan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, seiring adanya kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun.

Ia menilai proyek pengadaan dalam skala besar tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat industri otomotif nasional, bukan sekadar memenuhi kebutuhan distribusi logistik desa.

Halaman Selanjutnya

"Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional," ujar Evita dalam pernyataan di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |