Ramai Dibahas, Ini Posisi Gerbong Kereta yang Relatif Paling Aman Menurut Pakar

4 hours ago 1

Rabu, 29 April 2026 - 14:00 WIB

VIVA Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi terlibat kecelakaan dengan KRL CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April sekitar pukul 20.50 WIB. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat lokomotif KA Argo Bromo menabrak gerbong belakang KRL hingga menyebabkan ringsek.

Berdasarkan data hingga Rabu siang 29 April 2026, tercatat 16 orang meninggal dunia dan 84 orang korban mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buntut dari insiden ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan gerbong KRL wanita ditempatkan di tengah rangkaian. Pernyataan Menppa tersebut menuai kritik dari banyak pihak mengingat usulannya dinilai bukan solusi dari permasalahan tersebut.

Namun di satu sisi, menyusul dengan insiden kecelakaan di stasiun Bekasi Timur awal pekan ini banyak publik bertanya-tanya apakah benar ada gerbong yang paling aman jika terjadi kecelakaan?

Posisi Aman di Gerbong Kereta

Melansir laman NBC News, Rabu 29 April 2026, pengacara keselamatan perkeretaapian, Larry Man selalu menyarankan untuk memilih duduk di gerbong bagian tengah.

“Tempat paling aman di dalam kereta saat terjadi kecelakaan adalah bagian tengah, karena jika terjadi tabrakan dari depan atau belakang, kerusakan biasanya paling parah di kedua ujung tersebut. Sementara bagian tengah kereta sejauh ini adalah yang paling aman bagi penumpang,” kata dia.

Mann juga menyebut bahwa dari berbagai tragedy yang pernah ia pelajari secara langsung penumpang biasanya lebih banyak selamat jika mereka berada di bagian tengah kereta.

Hal ini berkaca dari kecelakaan yang terjadi pada tahun 2008 di Chatsworth California. Saat itu kereta commuter Metrolink bertabrakan dengan kereta barang. Akibat insiden itu 25 orang tewas, yang mana 22 orang diantaranya berada di gerbong paling depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus serupa juga terjadi di Valhalla New York di tahun yang sama. Kecelakaan komuter Metri-North menabrak sebuah SUV. Dalam kecelakaan itu seluruh korban tewas dan diketahui berada di gerbong pertama.

Sementara itu, Federal Railroad Administration (FRA) AS, mengungkap kereta sembilan kali lebih mungkin mengalami anjlokan (derailment) dibandingkan bertabrakan langsung dengan kereta atau kendaraan lain, maupun tertabrak dari belakang. Berdasarkan data FRA menunjukkan, dari tahun 2005 hingga 2014 terjadi sekitar 13.200 kasus anjlokan, dibandingkan dengan sekitar 1.450 kasus tabrakan.

Halaman Selanjutnya

Namun perlu digaris bawahi setiap kecelakaan kereta memiliki kondisi yang berbeda sehingga sulit memastikan gerbong mana yang akan mengalami dampak paling parah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |