Jakarta, VIVA – Televisi berukuran besar kini tidak hanya mengandalkan ukuran layar dan resolusi tinggi untuk menarik perhatian. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai digunakan untuk membantu televisi mengolah gambar secara otomatis, terutama ketika kualitas konten yang ditonton tidak selalu sama.
Kehadiran AI menjadi menarik karena televisi saat ini harus menangani beragam sumber gambar, mulai dari video beresolusi rendah hingga film dan layanan streaming dengan kualitas 4K. Perbedaan kualitas tersebut bisa semakin terlihat pada layar berukuran sangat besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu fungsi AI adalah melakukan upscaling. Sistem menganalisis gambar beresolusi rendah secara real-time, kemudian memproses detailnya agar hasil yang ditampilkan terlihat lebih tajam dan mendekati resolusi 4K.
Teknologi ini bukan berarti mengubah video biasa menjadi rekaman 4K secara ajaib. AI bekerja dengan mengenali pola gambar dan memperkirakan detail yang diperlukan berdasarkan informasi yang tersedia, sehingga hasil akhirnya bisa terlihat lebih baik dibandingkan ketika konten ditampilkan tanpa pemrosesan tambahan.
AI juga dapat membantu menyesuaikan karakter gambar berdasarkan konten. Pengguna tidak harus terus mengubah pengaturan secara manual ketika berpindah dari film dengan banyak adegan gelap ke pertandingan olahraga atau video dengan tingkat kecerahan tinggi.
Kemampuan tersebut kemudian dipadukan dengan teknologi panel yang memang dirancang untuk menghasilkan kontras lebih baik. Salah satunya adalah QD-MiniLED yang menggunakan banyak zona dimming untuk mengatur pencahayaan pada bagian layar secara lebih terkontrol.
Dengan pendekatan tersebut, area yang membutuhkan warna gelap dapat dibuat lebih redup, sementara bagian terang tetap mendapatkan intensitas cahaya yang tinggi. Teknologi HDR seperti HDR10+ kemudian membantu mempertahankan detail pada area dengan perbedaan tingkat kecerahan yang ekstrem.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkembangan AI di televisi juga tidak berhenti pada gambar. TV pintar kini dapat berfungsi sebagai pusat hiburan rumah dengan dukungan aplikasi streaming, rekomendasi konten yang dipersonalisasi, hingga kendali menggunakan perintah suara.
Untuk kebutuhan bermain gim, ukuran layar besar juga mulai dipadukan dengan refresh rate tinggi. Angka 240Hz, misalnya, memungkinkan televisi memperbarui gambar lebih sering sehingga pergerakan dalam gim dengan tempo cepat dapat terlihat lebih mulus.
Halaman Selanjutnya
Tren tersebut menunjukkan bahwa ukuran layar bukan lagi satu-satunya perlombaan di kelas TV premium. Produsen mulai menggabungkan kemampuan pemrosesan AI, teknologi panel, konektivitas, dan fitur pintar untuk membuat televisi mampu menyesuaikan pengalaman berdasarkan kebutuhan penggunanya.

4 hours ago
1



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295770/original/019030800_1783944385-20260713_094007.jpg)