Senin, 25 Mei 2026 - 12:08 WIB
VIVA – Pemerintah Arab Saudi menyatakan seluruh persiapan operasional untuk fase puncak ibadah haji 2026 telah rampung. Jutaan jemaah haji kini mulai bergerak dari hotel-hotel mereka di Mekkah menuju Mina pada Senin pagi, 25 Mei 2026, menandai dimulainya rangkaian ibadah haji melalui momentum Hari Tarwiyah -- hari ke-8 bulan Zulhijah, yang menandai dimulainya ibadah haji tahunan.
Di Mina, para jemaah haji akan melaksanakan mabit dengan salat Zuhur, Ashar dan Isya di Mina pada waktu yang telah ditentukan, tetapi dalam bentuk yang dipersingkat atau dijamak qasar. Sedangkan untuk salat Maghrib yang tidak bisa disingkat dilakukan seperti biasa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Para peziarah akan bermalam di tenda Mina pada Senin malam, dan setelah melakukan salat Subuh, mereka mulai meninggalkan Mina dan menuju ke Arafah untuk wukuf, yang menandai puncak ibadah haji.
Berbeda dengan mayoritas jemaah haji Indonesia yang langsung diberangkatkan dari hotel menuju Arafah pada Senin pagi. Jemaah diberangkatkan secara bertahap dalam tiga perjalanan, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
Disisi lain, Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan ke Arafah pada Minggu, untuk memastikan kesiapan layanan Armuzna, mulai dari pengecekan akhir tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, pelindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.
Dilansir SaudiGazette, Senin, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan seluruh kesiapan lapangan, transportasi, hingga layanan perkemahan di Kota Tenda Mina telah selesai dilakukan untuk menyambut kedatangan jemaah dari seluruh dunia.
Ratusan ribu jemaah domestik diperkirakan bergabung dengan lebih dari 1,5 juta jemaah dari luar negeri yang sebelumnya telah tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Para jemaah bergerak dari tempat tinggal mereka di Mekkah menuju Mina sambil melantunkan talbiyah mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, Tarwiyah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk memastikan kelancaran pergerakan jemaah, Kementerian Haji menerapkan sistem terpadu yang mengatur mobilitas jemaah menuju perkemahan sekaligus memantau kualitas layanan di kawasan suci. Sistem tersebut dijalankan bersama sejumlah lembaga dan otoritas terkait.
Pengawasan dilakukan mulai dari keberangkatan jemaah dari hotel dan penginapan di Mekkah hingga tiba di lokasi perkemahan Mina. Pemerintah Arab Saudi juga menyediakan layanan bimbingan, pengarahan, hingga pengaturan distribusi jemaah sesuai rencana operasional haji 2026.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi juga disebut telah memasuki tahap penuh operasional. Pemerintah memperkuat pemantauan lapangan untuk mendeteksi dan menangani persoalan secara cepat demi menjaga kenyamanan jamaah selama berada di Mina.

2 weeks ago
4














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)