Jakarta, VIVA – Bagi para pencinta kuliner Asia Tenggara, pengalaman menikmati hidangan di hawker centre Singapura sering kali meninggalkan kesan tersendiri. Suasana sederhana dengan deretan meja panjang, aroma masakan yang mengepul dari dapur terbuka, hingga seporsi mie hangat yang tersaji dengan cepat menjadi bagian dari budaya makan yang khas.
Pengalaman kuliner tersebut tidak hanya tentang makanan, tetapi juga tentang interaksi sosial yang hangat dan santai. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kini, suasana tersebut mulai dapat dirasakan di Jakarta melalui kehadiran berbagai kuliner khas Singapura yang mengusung konsep hawker culture. Konsep ini dikenal sebagai budaya makan sehari-hari masyarakat Singapura yang menekankan pada hidangan praktis, terjangkau, dan tetap kaya rasa.
Di negara asalnya, hawker centre menjadi tempat berkumpul masyarakat dari berbagai latar belakang, baik untuk sarapan cepat sebelum bekerja, makan siang singkat, maupun bersantai di malam hari sambil menikmati semangkuk mie hangat.
Secara konsep, hawker culture sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budaya makan di Indonesia. Kehangatan suasana, kemudahan dalam menikmati makanan tanpa perlu reservasi, serta harga yang relatif ramah di kantong membuat konsep ini terasa akrab bagi masyarakat lokal. Tak heran jika kuliner khas Singapura dengan konsep tersebut cukup mudah diterima oleh penikmat kuliner di Jakarta.
Dalam menghadirkan cita rasa khas Singapura di Indonesia, tantangan terbesar tentu terletak pada penyesuaian rasa. Kuliner yang terlalu autentik terkadang terasa asing bagi lidah lokal, sementara perubahan yang terlalu jauh dapat menghilangkan karakter aslinya. Karena itu, sejumlah hidangan yang disajikan di Jakarta tetap mempertahankan identitas rasa khas Singapura, namun dengan penyesuaian tertentu agar lebih sesuai dengan preferensi masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pembukaan gerai Encik Tan di Jakarta merupakan milestone penting bagi kami. Ini bukan hanya tentang ekspansi, tetapi tentang berbagi budaya makanan sehari-hari Singapura kepada pasar baru dengan cara yang terencana dan tetap menghormati selera lokal," ujar Tan Kim Siong, Group Managing Director & Founder Fei Siong Group.
Menurutnya, kehadiran kuliner Singapura di Jakarta juga mencerminkan semakin kuatnya pertukaran budaya kuliner di kawasan Asia Tenggara. Banyak masyarakat Indonesia yang sudah familiar dengan hidangan khas Singapura, baik melalui perjalanan wisata maupun dari semakin berkembangnya tren kuliner Asia di kota-kota besar.
Halaman Selanjutnya
"Jakarta merupakan pilihan alami untuk ekspansi internasional pertama karena karakter pasar yang dinamis serta keterbukaannya terhadap comfort food khas Asia," ucap Tan Kim Leng, Executive Director Fei Siong Group.

3 days ago
6










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

