Jakarta, VIVA – PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga akhirnya membatalkan rencana penerapan mekanisme pembelian BBM subsidi, dengan menunjukkan STNK kendaraan.
Sebelumnya, wacana yang mengundang sorotan publik itu merupakan bentuk pengawasan yang bersifat lokal di wilayah Sumatera Selatan, dan bukan untuk penerapan kebijakan secara nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan, perusahaan sangat memperhatikan respons dan masukan masyarakat, atas informasi yang tersebar dari wilayah Sumatera Selatan itu.
Sebab, wacana itu pun meluas sehingga menjadi pembahasan secara Nasional, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pada masyarakat.
"Kami memahami respons dan perhatian masyarakat terhadap informasi yang beredar. Untuk itu, kami meminta Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan untuk membatalkan implementasi mekanisme tersebut," kata Kitty dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2026.
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat informasi yang berkembang dan menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak secara Nasional," ujarnya.
Pertamina Patra Niaga memastikan, setiap kebijakan terkait penyaluran BBM yang berkaitan dengan masyarakat, akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan para regulator khususnya BPH Migas, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga juga terus memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga penyalur. Sepanjang Januari hingga 3 September 2026, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pembinaan kepada lebih dari 900 SPBU di seluruh wilayah operasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Apabila terbukti terdapat pelanggaran, Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari peringatan tertulis, skorsing, hingga pemutusan hubungan usaha. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendorong penindakan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi.
Selain pengawasan di lapangan, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan melalui penggunaan QR Code Subsidi Tepat pada aplikasi MyPertamina untuk mendukung penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat yang berhak.
43 Orang Tewas Keracunan Imbas Sedot BBM di Nigeria
Sedikitnya 43 orang dilaporkan tewas karena keracunan gas saat berusaha menyedot bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal, menurut laporan surat kabar Vanguard.
VIVA.co.id
4 September 2026

1 week ago
23













