VIVA – Rizky Ridho akhirnya angkat bicara soal polemik boikot yang dilakukan The Jakmania terhadap agenda peluncuran tim Persija Jakarta. Di tengah hubungan yang tengah memanas akibat persoalan harga tiket, kapten Macan Kemayoran itu menyampaikan satu harapan besar: suporter dan tim bisa kembali berjalan bersama.
Persija sejatinya sedang bersiap menyambut salah satu agenda penting sebelum mengarungi Super League 2026/2027. Macan Kemayoran akan memperkenalkan skuad, jersi, serta sponsor musim baru dalam acara yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu 29 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pesta menyambut musim baru itu juga akan dirangkai dengan pertandingan uji coba internasional melawan Brisbane Roar. Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Persija untuk mematangkan persiapan sebelum terjun ke kompetisi resmi.
Namun, suasana menuju acara tersebut justru diwarnai polemik. The Jakmania memutuskan melakukan aksi boikot dan tidak menghadiri rangkaian launching Persija.
Persoalan harga tiket menjadi pemicu. Harga tiket yang sebelumnya berada di kisaran Rp110 ribu naik menjadi Rp130 ribu, sementara kategori Rp130 ribu mengalami penyesuaian menjadi Rp150 ribu. Kenaikan tersebut mendapat penolakan dari basis suporter Persija hingga akhirnya muncul keputusan untuk memboikot agenda di JIS.
Rizky Ridho mengaku mengetahui adanya aksi tersebut dari media sosial. Meski menjadi kapten tim, bek berusia 24 tahun itu tidak ingin masuk terlalu jauh dalam persoalan kebijakan yang menjadi kewenangan pihak klub.
"Ya, saya juga lihat beberapa aksi soal boikot itu di Instagram," kata Rizky Ridho.
Alih-alih memberikan komentar panjang mengenai duduk perkara polemik tiket, Ridho memilih menyampaikan pesan yang lebih penting dari sudut pandangnya sebagai pemain dan kapten. Mantan bek Persebaya Surabaya itu berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi jarak berkepanjangan antara tim dan para pendukungnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Persija dan The Jakmania menurut Ridho, merupakan dua bagian yang sulit dipisahkan. Para pemain membutuhkan energi dari tribun, terutama ketika menghadapi perjalanan panjang dan tekanan kompetisi sepanjang musim.
Karena itu, kapten Persija tersebut berharap situasi yang terjadi menjelang launching tim bisa segera menemukan jalan keluar. Ia ingin hubungan antara klub dan suporternya kembali membaik sebelum Macan Kemayoran benar-benar memulai perjuangan di Super League 2026/2027.
Halaman Selanjutnya
"Yang bagi saya, saya berharap semoga keadaannya membaik semuanya antara suporter dan tim karena bagaimana pun kita juga butuh suporter," ujar Ridho.

2 weeks ago
26













