Robot Asisten Rumah Tangga dari China Ini Bisa Goreng Telur sampai Cuci Baju, Harganya Setara Mobil!

2 weeks ago 5

Senin, 25 Mei 2026 - 16:06 WIB

Jakarta, VIVA – Teknologi robot humanoid semakin mendekati kehidupan sehari-hari manusia. Perusahaan teknologi asal China, GigaAI, mengumumkan rencana peluncuran robot pembantu rumah tangga yang diklaim mampu melakukan berbagai pekerjaan domestik secara otomatis.

Robot bernama SeeLight S1 itu disebut sebagai salah satu robot humanoid komersial pertama yang dirancang khusus untuk digunakan di rumah. Dalam demonstrasi yang diperlihatkan perusahaan, robot tersebut mampu memotong sayuran, menggoreng telur, memasukkan pakaian ke mesin cuci, menjemur baju, merapikan tempat tidur, hingga membuka tirai rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

GigaAI mengatakan, 100 unit pertama akan mulai diuji coba di rumah para karyawan perusahaan pada akhir bulan ini. Setelah itu, distribusi lebih luas akan dilakukan di Wuhan secara gratis pada paruh pertama 2027.

Robot ini dikembangkan sebagai salah satu solusi atas krisis demografi yang sedang dihadapi China. Pemerintah China sendiri saat ini mendorong penggunaan embodied AI atau kecerdasan buatan yang terhubung langsung dengan tubuh fisik robot agar bisa digunakan di berbagai sektor kehidupan.

SeeLight S1 dikembangkan oleh GigaAI yang berdiri pada 2025 dan didukung pendanaan dari perusahaan investasi milik Huawei. Pengembangan robot juga melibatkan pusat riset robot humanoid Hubei dan aliansi industri robot humanoid di wilayah tersebut.

Secara desain, SeeLight S1 memiliki dua lengan dan menggunakan roda untuk bergerak. GigaAI mengklaim robot ini menjadi robot multifungsi pertama yang dirancang khusus untuk kebutuhan rumah tangga.

Untuk alasan keamanan, robot dilengkapi sensor yang dapat menghentikan gerakan secara otomatis ketika bersentuhan dengan anak kecil atau hewan peliharaan.

CEO GigaAI, Zhu Zheng, mengatakan robot tersebut nantinya akan dijual dengan harga sekitar US$15 ribu atau setara Rp264 juta saat mulai dipasarkan pada Juni 2027. Meski terdengar futuristis, sejumlah pihak masih meragukan kemampuan robot humanoid untuk benar-benar bekerja efektif di lingkungan rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rumah dinilai menjadi lingkungan yang sangat kompleks bagi robot karena terus berubah setiap hari dan tidak memiliki standar tetap seperti pabrik atau gudang.

Pendiri sekaligus CEO perusahaan desain robotika Zeroth, Guo Renjie, mengatakan lingkungan rumah sangat sulit dipahami robot. “Lingkungan rumah tidak terstandarisasi, sehingga robot menghadapi kondisi yang berubah setiap hari,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Fast Company, Senin, 25 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya

Keraguan serupa juga disampaikan pendiri dan Chief Creative Officer Argo Design, Mark Rolston. Ia menilai robot humanoid kemungkinan belum akan benar-benar efektif membantu pekerjaan rumah dalam waktu dekat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |