Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

5 days ago 14

Rabu, 9 September 2026 - 09:12 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.618 pada Selasa, 8 September 2026. Posisi rupiah itu menguat 35 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.653 pada perdagangan Senin, 7 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 9 September 2026 hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.590 per dolar AS. Posisi itu menguat 42 poin atau 0,24 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.632 per dolar AS.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Photo :

  • Pixabay/IqbalStock

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang sebesar US$145,3 miliar.

BI menyebut, kenaikan cadangan devisa terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

BI mencatat, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional yang berada di sekitar tiga bulan impor.

Kondisi cadangan devisa tersebut mampu menopang ketahanan sektor eksternal, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap baik. Keyakinan tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta potensi aliran masuk modal asing.

BI menyebut, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik, menjadi faktor pendukung aliran modal asing ke Indonesia.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.630-Rp 17.670," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa infrastruktur minyak dan gas di seluruh wilayah Teluk dapat menjadi sasaran balasan atas serangan terhadap aset-asenya.

"Rantai produksi minyak dan gas di sini sangat luas, mudah diakses, dan rentan. Perusahaan minyak dan gas Amerika yang beroperasi di perairan dan fasilitas ini juga menghadapi risiko kerentanan yang sama," ujar Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf. 

Halaman Selanjutnya

"Serang aset kami, maka Anda akan diserang balik. Kami telah membuktikannya," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |