Saat 4 Kapal Tanker Putar Balik, Kapal Pertamina Justru Berhasil Lolos dari Serangan di Selat Hormuz

2 hours ago 1

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:30 WIB

Jakarta,VIVA – Meningkatnya ketegangan keamanan di Selat Hormuz mulai berdampak langsung terhadap lalu lintas kapal tanker minyak dan gas dunia. Sedikitnya empat kapal tanker memilih membatalkan pelayaran dan berbalik arah setelah situasi di jalur pelayaran strategis tersebut dinilai semakin berisiko akibat serangan yang terjadi di kawasan itu.

Di tengah keputusan sejumlah kapal untuk menghindari Selat Hormuz, kapal tanker milik Indonesia justru berhasil melewati jalur tersebut dan keluar dengan selamat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data pelayaran, kapal tanker VLCC Pertamina Pride yang dioperasikan PT Pertamina berhasil keluar dari Selat Hormuz pada Selasa. Kapal tersebut melintasi kawasan itu meski sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS) dalam kondisi dimatikan.

Pertamina Pride diketahui mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Arab Saudi yang telah dimuat pada awal Maret.

Keberhasilan kapal Indonesia melewati Selat Hormuz terjadi ketika sejumlah operator kapal memilih menunda pelayaran karena meningkatnya ancaman keamanan di kawasan tersebut.

Empat Kapal Tanker Putar Balik

Mengutip Reuters, sedikitnya empat kapal tanker memutuskan berbalik arah setelah muncul kekhawatiran atas keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

Tiga di antaranya merupakan kapal tanker LNG milik QatarEnergy, yakni Al Ghariya, Duhail, dan Al Ruwais.

Ketiga kapal tersebut sempat bergerak menuju Selat Hormuz sebelum akhirnya memutar balik pada Selasa malam. Saat itu, ketiganya masih dalam kondisi kosong dan sedang menuju fasilitas ekspor Ras Laffan di Qatar untuk mengambil muatan LNG.

Selain tiga kapal milik QatarEnergy, sebuah kapal tanker berbendera India yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Kuwait juga membatalkan pelayarannya.

Kapal tersebut berbalik arah di dekat perairan Oman pada Rabu setelah sebelumnya dijadwalkan melintasi Selat Hormuz usai memuat minyak mentah pada akhir pekan lalu.

Serangan Picu Ancaman Keselamatan Pelayaran

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan sejumlah kapal tanker untuk membatalkan pelayaran dipicu meningkatnya ancaman keamanan di Selat Hormuz.

Laporan menyebutkan sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) asal Qatar dan kapal tanker minyak mentah berbendera Arab Saudi mengalami kerusakan di dekat Selat Hormuz pada Selasa.

Halaman Selanjutnya

Insiden tersebut terjadi setelah muncul laporan mengenai penembakan rudal oleh Iran ke arah kapal-kapal yang melintas di kawasan itu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |