Guangxi, VIVA – Banjir besar yang melanda wilayah Guangxi, China, akibat hujan ekstrem yang dipicu Topan Mesaak tidak hanya merendam permukiman dan memutus akses jalan. Bencana tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik di banyak wilayah, sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu.
Di tengah kondisi tersebut, mobil listrik justru menunjukkan fungsi lain yang jarang diketahui banyak orang. Sejumlah pemilik kendaraan energi baru (new energy vehicle atau NEV) memanfaatkan mobil mereka sebagai sumber listrik darurat untuk membantu warga yang terdampak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dikutip VIVA Otomotif dari Southern Metropolis Daily, Jumat 10 Juli 2026, banyak pemilik mobil listrik di Guangxi menggunakan fitur Vehicle-to-Load (V2L) untuk menyediakan pasokan listrik. Teknologi tersebut memungkinkan energi yang tersimpan di baterai mobil dialirkan ke perangkat elektronik melalui stopkontak khusus.
Dalam sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan warga berkumpul di sekitar sebuah mobil listrik untuk mengisi daya ponsel mereka. Listrik menjadi kebutuhan penting karena jaringan komunikasi ikut terdampak akibat padamnya pasokan listrik di sejumlah kawasan.
Tak hanya membantu mengisi baterai ponsel, sebagian pemilik mobil listrik juga bergabung dalam konvoi sukarelawan untuk mengantarkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Kehadiran kendaraan listrik dinilai cukup membantu di tengah kondisi darurat, terutama berkat kemampuan baterainya memasok listrik bagi perangkat elektronik.
Fenomena serupa sebenarnya bukan kali pertama terjadi di China. Saat Provinsi Henan dilanda banjir besar pada 2021, banyak pemilik mobil listrik juga memanfaatkan fitur V2L untuk membantu masyarakat yang kehilangan akses listrik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan menggunakan kabel ekstensi, satu mobil listrik bahkan dapat digunakan untuk mengisi daya ponsel milik puluhan orang secara bergantian. Meski demikian, penggunaan kabel bercabang dalam jumlah banyak tetap harus dilakukan dengan hati-hati demi menghindari risiko keselamatan.
Teknologi V2L kini mulai menjadi fitur yang umum ditemukan pada mobil listrik modern, termasuk beberapa model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan extended-range electric vehicle (EREV). Sistem ini bekerja melalui pengisi daya dua arah (bi-directional onboard charger) yang mampu mengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) untuk digunakan perangkat elektronik.
Halaman Selanjutnya
Di China, sebagian besar mobil listrik mampu menyuplai daya AC hingga sekitar 3,3 kW sampai 6,6 kW melalui fitur V2L. Bahkan, ada model tertentu yang menawarkan kapasitas lebih besar untuk mendukung kebutuhan kelistrikan di lapangan.

5 days ago
2











