Bekasi, VIVA – Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Yuli selaku keluarga korban menceritakan bahwa Sausan sedang berpuasa pada hari kejadian. Sausan baru berbuka puasa dengan teh manis dan roti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Anaknya baik, solehah, religius. Kebenaran dia lagi puasa ya hari itu, puasa baru minum teh manis sama roti,” ucap Yuli di RSUD Kota Bekasi, dikutip Kamis 30 April 2026.
Ia mengungkapkan pikiran Sausan saat itu hanya ingin cepat sampai rumah untuk makan nasi.
“Jadi pikiran dia hanya mau sampai rumah, mau langsung makan,” ungkap Yuli.
Tapi naas, KRL yang ditumpangi Sausan ternyata mengalami kecelakaan hingga ringsek akibat tertabrak KA Argo Bromo Anggrek.
Akibat kejadian itu, tangan kiri Sausan mengalami patah tulang. Bagian pahanya juga mengalami luka robek. Ia kemudian menjalani operasi selama 4 jam, mulai 14.00 WIB sampai 18.00 WIB pada Selasa 28 April 2026.
“Tangannya patah sebelah kiri, sama ini jahit sobek paha,” ungkap Yuli.
Sebagai informasi, korban tewas akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang per Rabu 29 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain korban meninggal, jumlah korban luka-luka mencapai 90 orang. Dari total tersebut, sebanyak 44 orang sudah diizinkan pulang. Sedangkan, 46 lainnya masih dirawat di rumah sakit.
tvOnenews/Syifa Aulia
Polisi Cuma Usut Green SM Tabrak KRL, Tabrakan Maut KA Argo Bromo Ditangani KNKT
Pengusutan rangkaian kecelakaan maut yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, terus bergulir.
VIVA.co.id
30 April 2026

3 hours ago
3



























