Jakarta, VIVA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari ajaran agama yang perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan pendidikan Islam. Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri tentang Program Prioritas Olahraga Nasional di Gedung Kemenko PMK, Kamis 19 Februari 2026.
Menurut Menag, pemerintah memastikan setiap santri dan siswa madrasah memperoleh pendidikan jasmani yang memadai untuk menunjang kesehatan fisik sekaligus keseimbangan spiritual. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 yang mengatur implementasi kurikulum dari jenjang Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah Kejuruan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam paparannya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa urgensi olahraga memiliki landasan teologis kuat dalam Islam. Ia mengutip hadis riwayat Imam Muslim tentang pesan Khalifah Umar bin Khattab kepada penduduk Syam agar mengajarkan anak-anak mereka berenang, memanah, dan berkuda.
“Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak kamu berenang, dan memanah, dan menunggang kuda,” demikian hadis yang dikutip Menag.
Berangkat dari prinsip tersebut, Kementerian Agama secara konsisten menggelar berbagai ajang olahraga bagi pelajar dan mahasiswa berbasis pendidikan keagamaan. “Kementerian Agama, berdasarkan perintah ayat Al-Qur’an dan Hadis, secara konsisten menyelenggarakan berbagai ajang olahraga seperti Porseni bagi pondok pesantren dan madrasah,” ujar Nasaruddin Umar.
Salah satu program unggulan yang disorot adalah Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional atau POSPENAS yang menjadi wadah pencarian dan pembinaan atlet santri. Selain itu, terdapat Pekan Seni dan Olahraga Nasional PTKI atau PESONA yang menyiapkan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam untuk berkompetisi hingga level internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hasilnya mulai terlihat. Menag mencontohkan prestasi siswi madrasah, Intan Cahaya Putri dari MTsN 6 Karanganyar, yang meraih medali perak pada ASEAN Para Games 2026 di Thailand pada cabang olahraga boccia.
Tak hanya di tingkat sekolah, jalur prestasi olahraga juga semakin terbuka di perguruan tinggi keagamaan. Data penerimaan mahasiswa baru PTKIN 2026 menunjukkan ratusan atlet muda dari level kabupaten hingga internasional diterima melalui jalur prestasi, mencakup cabang pencak silat, karate, hingga panahan.
Halaman Selanjutnya
Menutup paparannya, Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kemenag untuk terus memfasilitasi bakat santri dan siswa madrasah di berbagai bidang. Ia berharap program prioritas olahraga nasional mampu melahirkan lebih banyak atlet unggul dari lingkungan pesantren dan madrasah.

2 weeks ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
