Jakarta, VIVA – Cemindo Gemilang (CMNT) melalui brand Semen Merah Putih menghadirkan pendekatan berbeda dengan menekankan pentingnya sistem bisnis terintegrasi berbasis sustainability di tengah tekanan yang terus membayangi industri semen nasional dan global. Sistem tersebut tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga mendorong efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.
Pendekatan ini menjadi sorotan dalam partisipasi perusahaan di perhelatan INTERCEM Asia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta hingga Kamis (16/4/2026). Forum ini bernilai strategis karena mempertemukan pelaku industri semen global, mulai dari produsen, trader, hingga investor.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Di tengah kondisi industri yang penuh tekanan, kami melihat bahwa kunci daya saing bukan hanya pada skala, tetapi pada seberapa efisien sistem yang kita bangun. Di Semen Merah Putih, sustainability bukan sekadar komitmen lingkungan, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing bisnis,” ujar Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk. dikutip dariketerangannya, Rabu, 29 April 2026.
Dalam konteks global, Semen Merah Putih juga terus memperluas jangkauan pasar internasional melalui jaringan ekspor yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Oseania, hingga Afrika dan Amerika. Didukung oleh unit bisnis trading Aastar. Perusahaan memperkuat distribusi global untuk produk semen dan klinker, baik dalam bentuk curah maupun kemasan, dengan fleksibilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Para pemangku kepentingan industri semen sendiri saat ini sedang menghadapi tekanan bisnis struktural yang signifikan. Tingkat utilisasi produksi nasional tercatat hanya sekitar 51% akibat kondisi overcapacity, sementara permintaan mengalami penurunan sekitar 2–2,5% pada 2025. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh perlambatan proyek infrastruktur dan dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Namun, di tengah situasi tersebut, Semen Merah Putih justru mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 4,2% di wilayah operasional utamanya pada 2025. Capaian ini mencerminkan relevansi model bisnis perusahaan yang berfokus pada efisiensi dan integrasi sistem.
Lebih lanjut menurutnya, berbeda dari pendekatan konvensional yang memandang sustainability sebagai kewajiban, Semen Merah Putih menempatkannya sebagai penggerak utama efisiensi. Perusahaan mencatat penurunan intensitas karbon hingga sekitar 21% sejak 2016, yang berjalan seiring dengan peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi.
Halaman Selanjutnya
Salah satu implementasi utama adalah penggunaan Waste Heat Recovery System (WHRS), yang mampu menyuplai sekitar 24% kebutuhan energi dalam proses produksi klinker sekaligus mengurangi emisi hingga sekitar 100.000 ton CO₂. Selain itu, berbagai inisiatif efisiensi energi telah berhasil menurunkan konsumsi listrik hingga sekitar 3 KWh per ton klinker.

2 days ago
2



























