Jumat, 4 September 2026 - 10:19 WIB
Washington, VIVA – Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat J.D. Vance mengakui ada kemungkinan serangan yang dilakukan pasukan AS secara tidak sengaja mengenai warga sipil.
Vance mengatakan hal itu di tengah beredarnya laporan mengenai serangan AS terhadap sebuah pesta pernikahan sipil di sebelah selatan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"AS tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak mungkin melakukannya. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi. Saat militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan itu agar dapat memperbaiki diri," kata Vance.
AS pun sedang menyelidiki insiden tersebut, tambahnya.
Pihak berwenang Iran menyatakan sebuah upacara pernikahan di Sirik, Hormozgan, pada Selasa malam (1/9), telah menjadi sasaran serangan AS hingga menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sekitar 70 orang terluka, menurut data terbaru.
Pada Selasa malam itu, AS melancarkan serangkaian baru serangan besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan tersebut menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi.
Iran pun membalas dengan menyerang infrastruktur militer AS di beberapa negara di Timur Tengah. (Ant)
Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas
Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.632 per dolar AS. Posisi itu menguat 47 poin atau 0,27 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.679 per dolar AS
VIVA.co.id
4 September 2026

1 week ago
19













