Jakarta, VIVA – Banyak orang merasa sudah berusaha bertaubat, namun tetap saja terjatuh kembali pada kesalahan yang sama. Kondisi ini sering membuat seseorang merasa putus asa dan bertanya-tanya, bagaimana cara melawan hawa nafsu agar tidak terus mengulang dosa. Menurut Buya Yahya, memahami makna taubat yang benar menjadi langkah awal untuk bisa istiqomah di jalan yang diridhai Allah.
Buya Yahya menjelaskan bahwa taubat sebenarnya adalah karunia besar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Ia mengingatkan bahwa seseorang yang benar-benar bertaubat akan mendapatkan ampunan, seolah-olah tidak pernah memiliki dosa sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan pentingnya memahami esensi taubat yang sesungguhnya melalui sebuah penjelasan yang sederhana namun mendalam.
“Orang bertaubat dari dosa seperti orang tidak pernah punya dosa. Cuman taubat yang benar. Taubatnya itu kapok yang sesungguhnya,” kata Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Rabu, 29 April 2026.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menekankan bahwa syarat utama taubat adalah penyesalan yang mendalam. Tanpa rasa menyesal, istighfar yang diucapkan berulang kali pun belum tentu bermakna taubat.
“Penyesalan itu adalah taubat. Jadi Nabi menyebutkan tobat itu ya penyesalan itu dulu. Kalau nggak ada nyesal, bukan taubat namanya,” katanya lagi.
Penyesalan yang dimaksud bukan sekadar kata-kata atau tangisan semata, melainkan rasa menyesal yang benar-benar muncul dari hati. Orang yang sungguh menyesal akan berusaha menjauhi penyebab dosa yang pernah dilakukannya.
Sebagai contoh, ia memberikan ilustrasi sederhana tentang seseorang yang kehilangan uang karena memasukkan uang ke saku yang bolong. Orang yang benar-benar menyesal tentu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan cara yang sama.
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah rasa putus asa ketika seseorang kembali terjatuh dalam dosa setelah bertaubat. Menurut Buya Yahya, hal ini tidak boleh membuat seseorang berhenti bertaubat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan bahwa jika seseorang benar-benar menyesal dan tidak merencanakan dosa tersebut, maka ia tetap dianjurkan untuk kembali bertaubat.
“Jadi Allah makasih biarpun sudah tobat kemudian jatuh lagi jangan putus asa. Bertobat lagi. Jangan putus asa. Bertobat lagi,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa melawan hawa nafsu membutuhkan kesadaran dan renungan yang mendalam. Ia menekankan pentingnya merenungkan akibat dosa, termasuk hukuman dan dampaknya di akhirat.

2 hours ago
1



























