Minggu, 6 September 2026 - 11:15 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed Khudair mengatakan, negaranya bakal meningkatkan kapasitas ekspor minyak mentah menjadi lebih dari 3 juta barel per hari (bpd) dan berencana meningkatkan menjadi 5 juta barel per hari. Hal itu seiring dengan pengembangan jalur ekspor baru yang tidak bergantung pada Selat Hormuz.
Khudair mengatakan, kepada kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), Dikutip dari Anadolu, Minggu 6 September 2026, pemerintah ingin meningkatkan kapasitas tersebut menjadi 5 juta barel per hari setelah pembangunan pipa strategis yang menghubungkan ladang-ladang minyak Irak dengan Fishkhabur di utara dan Pelabuhan Banias di pesisir Mediterania Suriah selesai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Baghdad juga berupaya memperluas jalur ekspor alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz. Bulan lalu, Perdana Menteri Ali Faleh al-Zeidi memerintahkan pengerjaan dua jalur pipa strategis, yakni Basra-Haditha-Fishkhabur dan Haditha-Banias.
Jalur utara akan menghubungkan ladang-ladang minyak di selatan dengan Fishkhabur di dekat perbatasan Turkiye, sehingga membuka akses ke jalur pipa Kirkuk-Ceyhan dan Pelabuhan Ceyhan di pesisir Mediterania (Laut Tengah) Turkiye.
Jalur barat akan menghubungkan Haditha dengan Pelabuhan Banias di Suriah, sehingga memberikan Irak jalur lain menuju kawasan Mediterania (Laut Tengah) dan berpotensi menghidupkan kembali koridor minyak bersejarah antara kedua negara.
Pemerintah mengatakan proyek tersebut bertujuan mendiversifikasi jalur ekspor dan memperkuat kapasitas Irak dalam mengirimkan minyak mentah ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Irak memiliki sekitar 145 miliar barel cadangan minyak terbukti, berdasarkan data resmi. Produksi minyak Irak turun menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari selama perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari, dari sekitar 3,3 juta barel per hari sebelum konflik, sebelum mulai pulih pada Juli dan Agustus.
Upaya mencari jalur ekspor alternatif tersebut berlangsung di tengah gangguan yang masih terjadi di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Washington dan Teheran. (Ant)
Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz
Trump mengatakan, peran Selat Hormuz akan berkurang di masa depan, seiring beroperasinya jaringan pipa baru & jalur alternatif pengangkutan minyak lainnya di Timur Tengah
VIVA.co.id
6 September 2026

1 week ago
2













