Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Kerja

2 weeks ago 10

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Bandung, VIVA – Sebanyak 1.280 lulusan SMA, SMK dan MA asal Jawa Barat lolos seleksi mengikuti Program SMK Go Global. Program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMA, SMK, dan MA agar kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja global.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, para peserta Program SMK Go Global akan mengikuti pelatihan kerja di sejumlah lembaga vokasi di Jawa Barat, di antaranya Balai Latihan Kerja Kabupaten Garut, Universitas Indonesia (UI), Migran Center Universitas Teknologi Bandung (UTB), Migran Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, STIKES Budi Luhur, serta Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Materi pelatihan mencakup operasional produksi, manufaktur, bahasa Inggris, serta keterampilan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global.

"Ini skema kolaborasi yang keren, di mana kementerian yang terkait dengan perguruan tinggi, pemerintah dan perguruan tinggi berkolaborasi untuk mempersiapkan anak-anak kita ikut di bursa kerja global melalui program SMK Global," ujar Herman usai menghadiri Kick Off Pembukaan Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Kota Bandung, Rabu (26/8/2026).

Khusus di UTB, terdapat 180 lulusan SMA, SMK, dan MA dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk peserta dari Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti pelatihan teknis. Mereka juga akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris, Korea, Jepang, operasional produksi, manufaktur, dan keperawatan.

Herman menuturkan, Pemda Provinsi Jabar akan mendorong agar kolaborasi serupa tidak berhenti pada sejumlah perguruan tinggi saja. Ke depan, seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Barat diharapkan dapat membuka akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi generasi muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan kita akan hajar terus, kita akan perluas bukan hanya beberapa perguruan tinggi. Kita akan dorong semua perguruan tinggi negeri dan swasta," katanya.

Menurut Herman, jejaring perguruan tinggi swasta melalui Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) juga akan diperkuat. Kolaborasi tersebut nantinya diperluas hingga pemerintah daerah dan pemerintahan di tingkat kecamatan serta desa/kelurahan.

Halaman Selanjutnya

"Kita akan kolaborasi dengan 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, 5.927 desa/kelurahan. Pokoknya kita akan kolaborasi dengan semua komponen, bahu membahu untuk memastikan Jabar 2029 itu tidak ada anak muda yang nganggur," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |