VIVA – Ada pemandangan tak biasa di tengah geliat olahraga komunitas di Jakarta. Personel band rock asal Amerika Serikat, The Flaming Lips, justru memilih turun ke lapangan dan bermain slowpitch baseball bersama komunitas lokal.
Momen tersebut terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026. Di sela agenda mereka selama berada di Jakarta, para personel The Flaming Lips bergabung dalam sesi friendly pickup match bersama komunitas slowpitch The Panthers.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kehadiran mereka menjadi perhatian lantaran aktivitas tersebut berlangsung jauh dari suasana panggung musik. Tak ada sorotan lampu konser maupun ribuan penonton. Para musisi itu justru berbaur dengan anggota komunitas dan menikmati permainan baseball dengan suasana santai.
Pertemuan unik tersebut bermula dari aplikasi olahraga Reclub. Platform itu memungkinkan pengguna menemukan jadwal permainan sekaligus bergabung dalam sesi pickup match yang terbuka untuk masyarakat.
Alih-alih menghabiskan waktu luang di sela agenda konser, personel The Flaming Lips memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Jakarta melalui olahraga.
Momen ini sekaligus memperlihatkan bagaimana slowpitch berkembang bukan sekadar sebagai aktivitas fisik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dengan latar belakang berbeda.
Di satu lapangan, orang tua pemain Little League bisa bermain bersama musisi yang terbiasa tampil di panggung internasional.
Berawal dari Orang Tua Pemain Little League
The Panthers merupakan komunitas slowpitch kasual yang tumbuh di Jakarta.
Komunitas tersebut berawal dari para orang tua pemain Teladan Tigers, tim Little League yang berbasis di Jakarta. Memiliki ketertarikan yang sama terhadap baseball dan ingin tetap aktif berolahraga, mereka kemudian rutin menggelar permainan santai.
Konsepnya sederhana. Para anggota datang ke lapangan, bermain, bersosialisasi, dan menikmati olahraga tanpa tekanan kompetisi.
Dari aktivitas tersebut, The Panthers berkembang menjadi salah satu bagian dari ekosistem slowpitch yang tumbuh secara organik di Jakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkembangan itu tidak terjadi secara kebetulan. Dalam beberapa tahun terakhir, slowpitch semakin diminati masyarakat urban karena menawarkan olahraga yang santai, inklusif, sekaligus menyenangkan.
Sejumlah komunitas dan kompetisi, termasuk The Senayan Slowpitch League (SSL), turut membantu memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.
Halaman Selanjutnya
Jika baseball dan softball selama ini lebih identik dengan kompetisi, slowpitch menawarkan pengalaman yang berbeda. Olahraga ini bisa dimainkan dengan suasana lebih rileks dan terbuka bagi berbagai kelompok usia.

2 weeks ago
4













