Sokong Rantai Pasok Global, Rumput Laut Indonesia Bisa Gantikan Plastik Berbasis Fosil

1 week ago 21

Minggu, 6 September 2026 - 22:55 WIB

Jakarta, VIVA – PT Uluu Solusi Indonesia terus menggenjot upaya untuk memperluas kerja samanya dengan para pembudi daya rumput laut, pemasok, dan para mitra lainnya di seluruh Indonesia.

Presiden Direktur Uluu Solusi Indonesia, Dian Kurniawati mengatakan, sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam misi Uluu untuk menggantikan plastik berbasis fosil dengan material yang terbuat dari rumput laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Melalui Uluu Indonesia, kami ingin membangun kemitraan lokal yang kuat serta memastikan bahwa ketertelusuran, praktik budi daya yang bertanggung jawab, dan manfaat bagi masyarakat pembudi daya rumput laut, menjadi bagian dari rantai pasok kami sejak awal," kata Dian dalam keterangannya, Minggu, 6 September 2026.

Rumput laut untuk membantu mengurangi sampah plastik.

Photo :

  • VIVA/Adinda Permatasari

Sementara Co-founder dan Co-CEO Uluu, Dr Julia Reisser mengatakan, pendirian Uluu Indonesia merupakan langkah penting dalam pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, rumput laut merupakan bahan dasar material yang digunakan pihaknya, sehingga cara rumput laut dibudidayakan dan lokasi budi dayanya juga sangat penting.

"Dengan adanya tim di Indonesia, kami dapat bekerja secara langsung dengan mitra lokal dan para pembudi daya seiring dengan berkembangnya bisnis kami. Kami antusias melihat apa yang dapat kita bangun bersama," ujar Julia.

Uluu telah menyelesaikan pengiriman perdana rumput laut yang sepenuhnya tertelusur dari CV. Persada Semesta di Sulawesi Selatan. Bersama Koltiva, informasi mengenai asal-usul dan pergerakan rumput laut dicatat secara digital, mulai dari tingkat pembudi daya hingga proses pengolahan dan pengiriman.

General Manager CV. Persada Semesta, Indra Santoso mengatakan, proyek percontohan ini meningkatkan visibilitas Uluu terhadap rantai pasoknya, sekaligus menyediakan sistem yang dapat terus disempurnakan dan diperluas seiring peningkatan produksi.

Aspek ketertelusuran diakui Indra juga telah membantu pihaknya, dalam memahami dan meningkatkan setiap tahapan rantai pasok mulai dari pembudi daya hingga pengiriman akhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami bangga dapat bekerja sama dengan Uluu dan Koltiva dalam proyek percontohan ini, dan berharap dapat memperluasnya untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat pembudi daya kami," ujarnya.

Diketahui, Uluu juga telah meluncurkan Aquaculture Improvement Program (AIP) atau Program Peningkatan Budi Daya Perairan di Luwu, Sulawesi Selatan, melalui Seafood Savers yang merupakan platform inisiatif WWF-Indonesia, bersama mitra rantai pasoknya, CV Persada Semesta.

Halaman Selanjutnya

Program ini bertujuan memperkuat praktik budi daya dan sistem pengelolaan, agar selaras dengan Standar Rumput Laut ASC-MSC. Program ini juga mendukung proses pemasok menuju sertifikasi, sekaligus mendorong produksi rumput laut yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |