Jakarta, VIVA - Perkembangan teknologi kendaraan listrik terus bergerak cepat, terutama pada aspek baterai dan pengisian daya. Produsen otomotif asal China, BYD, memperkenalkan inovasi terbaru berupa Blade Battery generasi kedua yang dipadukan dengan teknologi Flash Charging berdaya hingga 1.500 kilowatt (kW).
Inovasi tersebut diklaim mampu menjawab dua tantangan utama kendaraan listrik saat ini, yakni lamanya waktu pengisian daya serta penurunan performa charging pada suhu rendah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa inovasi teknologi menjadi kunci untuk mempercepat perkembangan kendaraan listrik di dunia.
“Inovasi harus bergerak lebih cepat daripada tantangan yang kita hadapi. Karena itu BYD terus fokus mengembangkan teknologi inti yang akan menentukan masa depan mobilitas listrik,” ujar Eagle di Jakarta
Menurut dia, pengembangan teknologi baterai dan sistem pengisian daya menjadi salah satu fokus utama perusahaan sebagai produsen kendaraan listrik berbasis teknologi.
Melalui Blade Battery generasi kedua, BYD mencatatkan rekor baru dalam kecepatan pengisian daya. Teknologi ini mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit, serta mencapai 97 persen dalam sembilan menit.
Kemampuan tersebut dinilai mendekati pengalaman pengisian bahan bakar kendaraan konvensional yang selama ini menjadi salah satu tolok ukur kenyamanan pengguna.
Tidak hanya itu, performa pengisian juga tetap stabil dalam kondisi suhu ekstrem. Bahkan pada temperatur hingga minus 30 derajat Celsius, proses pengisian dari 20 persen hingga 97 persen hanya bertambah sekitar tiga menitdibandingkan kondisi suhu ruang.
“Inovasi baterai ini menunjukkan komitmen BYD untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan dapat diandalkan bagi pengguna kendaraan listrik,” kata Eagle.
Dari sisi teknologi, BYD meningkatkan kepadatan energi baterai sekitar 5 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus mempertahankan standar keselamatan yang tinggi. Untuk mengontrol panas yang dihasilkan saat proses pengisian cepat, perusahaan mengembangkan sistem Lithium-Ion High-Speed Channel serta Full-Spectrum Intelligent Thermal Management System.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sistem ini dirancang untuk memaksimalkan pembuangan panas sekaligus menjaga stabilitas performa baterai.
Teknologi tersebut juga didukung oleh sistem pengisian daya ultra cepat bernama Flash Charging, dengan output hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Angka ini menjadikannya salah satu teknologi pengisian daya dengan daya terbesar di industri kendaraan listrik saat ini.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, BYD juga memperkenalkan desain charger baru dengan sistem T-shaped pulley charger yang memungkinkan pengguna menghubungkan kabel pengisian dari berbagai arah kendaraan. Desain ini juga dilengkapi teknologi “zero-gravity” sehingga kabel tidak menyentuh tanah dan tetap bersih saat digunakan.

18 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

