Status Belum Layak KPR Jadi Kendala Pelaku UMKM dan Gen Z Punya Rumah, Simak Strateginya

1 week ago 27

Kamis, 3 September 2026 - 22:02 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah tingginya angka backlog perumahan nasional yang menembus jutaan unit, mimpi memiliki hunian kerap terbentur tembok perbankan.

Sekitar 60 persen angkatan kerja di sektor informal serta riwayat kredit yang terbebani pinjaman daring (pindar), sering kali membuat masyarakat dicap unbankable dan ditolak saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat celah tersebut, platform properti berbasis Artificial Intelligence (AI), MilikiRumah, menghadirkan terobosan lewat skema PraKPR sebagai sebuah mekanisme Rent-to-Own (sewa-beli) yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Solusi ini dirancang untuk mendampingi calon pembeli memperbaiki profil keuangan mereka, hingga layak mengantongi persetujuan KPR dari bank," kata Co-Founder dan CEO MilikiRumah, Winston Lee dalam keterangannya, Kamis, 3 September 2026.

Dia menegaskan bahwa memiliki hunian adalah hak setiap orang termasuk Gen Z, wirausahawan, maupun mereka yang pernah memiliki catatan kredit kurang mulus. Skema PraKPR dari MilikiRumah ditegaskannya akan membantu para konsumen, untuk membuktikan diri di hadapan pihak bank.

"Banyak calon pembeli yang awalnya belum bankable, tetap berpotensi menjadi pemilik rumah apabila didampingi dengan proses yang tepat,“ ujarnya.

Salah satu keberhasilan program ini dibuktikan sendiri oleh Keiza Evelyn, pekerja muda berusia 22 tahun yang baru saja berhasil memperoleh KPR untuk rumah senilai lebih dari Rp 600 juta di Darmawangsa Residence, Bekasi.

“Sebelumnya saya tidak yakin bisa memiliki rumah karena kondisi finansial belum ideal. Melalui PraKPR dari MilikiRumah, saya mendapat arahan jelas tentang apa yang harus diperbaiki dan bagaimana menyiapkan diri agar layak mengajukan KPR,” kata Keiza.

Menurutnya, kesempatan menempati rumah selama proses tersebut membuatnya lebih termotivasi untuk memenuhi target kepemilikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman serupa juga dirasakan pasangan Suly Devita dan Hermanto, pelaku UMKM pemasok material konstruksi. Dalam proses PraKPR, MilikiRumah membantu keduanya merapikan dokumentasi usaha, membangun rekam pembayaran, dan menyiapkan proses kepemilikan rumah di Darmawangsa Residence hingga berhasil pada bulan Agustus 2026. 

“Sambil menempati hunian, kami berhasil membuktikan kapasitas finansial di hadapan perbankan hingga akhirnya lolos verifikasi kredit. Karena unit rumahnya sudah bisa kami tempati, rasanya lebih fokus dan semangat untuk bisa segera memiliki,” ujar Suly.

Halaman Selanjutnya

Di balik keberhasilan Keiza dan Suly tersebut, MilikiRumah mengandalkan platform RightKey A.I. Platform ini memetakan kesiapan finansial konsumen dengan Buyer Intelligence, menentukan langkah perbaikan via Pathway Intelligence, sekaligus memberi data analitik pasar bagi pengembang perumahan lewat Marketing Intelligence.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |