Strategi Militer Iran Berubah Drastis Usai Perang 2025, Kini Lebih Agresif Hadapi Israel dan AS

2 days ago 5

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:14 WIB

Iran, VIVA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah konflik terbaru antara Iran melawan Israel dan United States. Situasi memanas terutama setelah laporan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang memicu respons keras dari Teheran.

Sejak konflik besar pada Juni 2025, para analis pertahanan menilai strategi militer Iran mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya lebih defensif dan mengandalkan kelompok sekutu di kawasan, kini Iran disebut mulai menerapkan strategi yang jauh lebih agresif dan langsung menargetkan musuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Struktur Militer Iran yang Kompleks

Kekuatan militer Iran dikenal memiliki struktur yang rumit dan unik. Melansir dari Al Jazeera, negara ini memiliki dua kekuatan militer utama yang berjalan paralel.

Pertama adalah Artesh, yaitu militer reguler Iran yang bertugas mempertahankan wilayah negara, mengamankan ruang udara, serta menjalankan operasi perang konvensional.

Kedua adalah Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC. Pasukan ini memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya menjaga keamanan negara tetapi juga melindungi sistem politik Iran.

IRGC juga mengendalikan sebagian besar program drone dan rudal Iran. Senjata-senjata ini kini menjadi tulang punggung strategi pertahanan Iran dalam menghadapi tekanan dari Israel maupun Amerika Serikat.

Menurut sejumlah analis militer, struktur militer yang berlapis-lapis ini sengaja dibuat untuk melindungi Iran dari ancaman luar maupun potensi kudeta dari dalam negeri.

Serangan Balasan Iran

Setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat, Iran segera melakukan serangan balasan ke berbagai target militer di kawasan Teluk.

Serangan tersebut dilakukan menggunakan drone tempur Shahed dan rudal balistik berkecepatan tinggi. Sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel dan sekutunya, namun beberapa serangan tetap menimbulkan kerusakan.

Kementerian Pertahanan Iran melaporkan bahwa pada satu gelombang serangan, Iran menembakkan sekitar 137 rudal dan 209 drone ke wilayah United Arab Emirates yang diketahui memiliki sejumlah pangkalan militer Amerika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ledakan bahkan dilaporkan terlihat dari sejumlah ikon kota Dubai seperti Palm Jumeirah dan Burj Al Arab.

Serangan juga menghantam bandara Abu Dhabi yang menyebabkan korban jiwa dan beberapa orang terluka. Sementara itu, serangan rudal Iran ke kota Beit Shemesh di Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang.

Halaman Selanjutnya

Strategi Baru: Perang Asimetris

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |