Kamis, 30 April 2026 - 14:18 WIB
VIVA – Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya telah mengalihkan 42 kapal komersial dari pelabuhan Iran yang berusaha menembus blokade AS di Selat Hormuz pada Rabu, 29 April 2026.
"Hari ini, pasukan AS mencapai tonggak penting setelah berhasil mengalihkan kapal komersial ke-42 yang mencoba menembus blokade," kata Komandan CENTCOM Brad Cooper melalui platform X dilansir Anadolu, Kamis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ke-42 kapal itu dicegat AS karena mencoba masuk atau keluar pelabuhan Iran telah dialihkan, dengan 41 kapal tanker minyak membawa total 69 juta barel tetap tidak dapat mengakses pelabuhan Iran karena blokade AS yang sedang berlangsung.
"Saat ini, ada 41 kapal tanker dengan 69 juta barel minyak yang tidak dapat dijual oleh rezim Iran. Itu diperkirakan lebih dari $6 miliar (Rp104,238 triliun) yang tidak dapat dimanfaatkan secara finansial oleh kepemimpinan Iran," ujarnya
"Blokade ini sangat efektif dan pasukan AS tetap sepenuhnya berkomitmen untuk melanjutkan blokade total," katanya, menambahkan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz, sebagai tanggapan atas pembatasan Iran terhadap lalu lintas kapal melalui jalur air tersebut. Selat tersebut menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
AS menegaskan kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar pungutan kepada Iran.
Iran dilaporkan telah mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz sambil menunda diskusi tentang program nuklirnya untuk negosiasi selanjutnya.
Telepon 90 Menit dengan Trump, Putin Peringatkan Dampak Besar Jika AS Serang Iran
Presiden Rusia, Vladimir Putin diketahui melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membahas tentang perang di Timur Tengah.
VIVA.co.id
30 April 2026

4 hours ago
3



























