Sudah Enak Jualan Mobil di RI, Merek China Bakal Diminta Bangun Pabrik Sendiri

1 week ago 2

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Subang, VIVA - Pemerintah mendorong produsen otomotif asal China yang masih mengandalkan skema perakitan atau Completely Knocked Down (CKD) untuk mulai membangun fasilitas produksi sendiri di Indonesia.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, saat menanggapi investasi BYD di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Setia, investasi yang dilakukan BYD menjadi langkah penting karena tidak hanya mencakup proses perakitan kendaraan, tetapi juga mulai membangun ekosistem produksi dari hulu hingga hilir.

“Ini momen yang sangat jarang terjadi karena kita mendapatkan investasi baru yang masuk mulai dari stamping, welding dan painting, termasuk juga untuk otomotif, kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia,” ujar Setia di Subang, Jawa Barat.

Ia menyebut nilai investasi yang ditanamkan BYD untuk membangun ekosistem di Indonesia mencapai lebih dari Rp16 triliun.

Investasi tersebut mencakup sejumlah tahapan produksi, mulai dari stamping, welding, painting hingga nantinya proses assembly kendaraan. Pengembangan sektor baterai juga disebut bakal menyusul.

Setia berharap investasi BYD tidak berhenti pada produksi kendaraan dan baterai. Ke depan, pemerintah juga menginginkan terbentuknya ekosistem pengolahan kembali baterai kendaraan listrik atau recycling.

“Ini juga akan menyusul nanti baterai. Mudah-mudahan ke depan investasi ini akan terus bertambah karena semoga nanti BYD juga bawa ekosistem untuk recycle baterai ini,” katanya.

Menurut Setia, langkah BYD tersebut sekaligus menjadi gambaran arah yang diharapkan pemerintah dari produsen lain yang saat ini masih melakukan CKD di Indonesia.

Ia menjelaskan, industri yang mengikuti program Low Carbon Emission Vehicles (LCEV) memiliki komitmen investasi yang harus dipenuhi. Karena itu, produsen yang ingin melanjutkan program tersebut tidak cukup hanya melakukan kegiatan perakitan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Teman-teman lain yang saat ini baru hanya CKD, untuk dapat melanjutkan program ini ke depannya harus punya investasi seperti ini. Artinya harus punya lahan dan bangunan sendiri dan mulai untuk melakukan sendiri,” ujarnya.

Dengan kata lain, pemerintah ingin merek-merek yang sudah masuk ke pasar kendaraan listrik Indonesia secara bertahap meningkatkan keterlibatan mereka dalam industri lokal.

Halaman Selanjutnya

Setia mengatakan pengembangan industri tersebut juga tidak hanya berkaitan dengan kendaraan. Sejumlah komponen yang nantinya diwajibkan untuk diproduksi di dalam negeri akan mendorong munculnya ekosistem pemasok lokal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |