Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi Sumbar memastikan asap yang menyelimuti sejumlah daerah tersebut bukan berasal dari titik kebakaran di wilayah Sumbar, melainkan terbawa dari provinsi lain yang berbatasan langsung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Tasliatul Fuaddi mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar terlihat berkabut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga," kata Tasliatul di Padang, Senin, 24 Agustus 2026.
Enam Daerah Terdampak
Menurut Tasliatul, asap karhutla mulai dirasakan di sejumlah wilayah Sumbar yang berada di kawasan perbatasan.
Daerah yang terdampak meliputi:
- Kabupaten Pesisir Selatan
- Kabupaten Dharmasraya
- Kabupaten Sijunjung
- Kabupaten Lima Puluh Kota
- Sebagian wilayah Tanah Datar
- Kabupaten Solok
Masuknya asap tersebut berdampak terhadap jarak pandang. Kondisi di sejumlah daerah mengalami penurunan dibandingkan hari normal.
Selain jarak pandang, kualitas udara di wilayah yang terdampak juga ikut mengalami perubahan akibat keberadaan asap.
Meski demikian, berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 23 Agustus, kualitas udara Sumbar masih berada dalam kategori baik hingga sedang.
Warga Diminta Pakai Masker
Pemprov Sumbar tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.
Tasliatul mengimbau warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih terjadi.
"Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini," ujarnya.
Imbauan tersebut diberikan meski kondisi kualitas udara secara umum masih berada dalam kategori baik hingga sedang.
Pemprov Sumbar juga terus menunggu perkembangan penanganan karhutla yang dilakukan tim gabungan di wilayah-wilayah sumber asap.
Titik Api Sumbar Justru Menurun
Tasliatul menjelaskan, kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Sumbar tidak sejalan dengan perkembangan titik api di provinsi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jumlah titik api di Sumbar justru mengalami penurunan cukup signifikan pada periode 14-23 Agustus 2026 dibandingkan periode 1-13 Agustus 2026.
Pada 1-13 Agustus 2026, tercatat sebanyak 232 titik api di wilayah Sumbar.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, jumlahnya turun lebih dari setengah menjadi 103 titik api pada periode 14-23 Agustus 2026.

3 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

