Jakarta, VIVA – Nama sutradara Dandhy Laksono kembali menjadi sorotan setelah muncul polemik terkait film dokumenter Pesta Babi. Perdebatan bermula usai pengakuan tokoh adat perempuan Papua, Yasinta Moiwen, viral di media sosial.
Dalam pengakuannya, Yasinta menyebut dirinya tidak mengetahui secara rinci bahwa rekaman wawancara dan keterlibatannya akan dimasukkan ke dalam film dokumenter tersebut. Pernyataan itu langsung memicu berbagai reaksi dari publik dan menimbulkan perdebatan di media sosial. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Padahal dalam film Pesta Babi, sosok Yasinta menjadi salah satu figur penting yang berbicara mengenai kondisi masyarakat adat Papua, khususnya terkait persoalan tanah leluhur dan perubahan lingkungan akibat pembukaan hutan skala besar.
Di tengah ramainya perbincangan tersebut, Dandhy Laksono akhirnya buka suara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia meminta publik untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap Yasinta Moiwen.
“Kawan-kawan semua, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami Mama Yasinta Moiwen di pedalaman Papua sana,” tulis Dandhy Laksono dalam unggahannya, dikutip Selasa 26 Mei 2026.
Dandhy juga menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya menahan diri untuk tidak langsung menghakimi, apalagi tanpa mengetahui situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Apapun yang muncul di media sosial, sepertinya kita perlu menahan diri untuk tidak menghakimi beliau. Bahkan jika semua yang disampaikan murni atas kehendak sendiri, bukankah setiap orang berhak membuat pilihan,” sambungnya lagi.
Unggahan tersebut langsung menuai perhatian luas dari netizen. Banyak netizen mendukung sikap Dandhy dan meminta publik lebih berhati-hati dalam menyikapi pernyataan Yasinta Moiwen.
Sejumlah komentar bahkan menduga Yasinta tengah menghadapi tekanan besar setelah keterlibatannya dalam film dokumenter tersebut menjadi sorotan publik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kita yang sudah sadar jangan menghakimi Mama Yasinta. Saya yakin, intimidasi padanya sangat besar. Mari kita mendoakan beliau, agar segala kesulitan yang dihadapinya segera berlalu,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
“Kaka @dandhy_laksono pernyataan Mama Y.M tidak mengurangi isi dari film tersebut. Kami tahu ada sesuatu dengan negara ini ketika boroknya dicungkil. Tetap semangat, semesta melindungi mu dan Allahku bersamamu selalu,” tulis netizen lainnya.
Halaman Selanjutnya
Film dokumenter Pesta Babi sendiri mengangkat kehidupan masyarakat adat Papua yang terdampak proyek pembukaan hutan untuk kebutuhan pangan dan bioenergi. Dokumenter tersebut menampilkan pengalaman sejumlah tokoh adat dari berbagai suku di Papua, termasuk Yasinta Moiwen dari suku Marind dan masyarakat Awyu.

2 weeks ago
4














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)