VIVA – Memiliki penghasilan besar tidak selalu berarti seseorang mempunyai kondisi finansial yang sehat. Kesehatan finansial lebih berkaitan dengan kemampuan mengelola pendapatan, memenuhi kebutuhan, menghadapi perubahan kondisi ekonomi, serta mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan.
Di tengah biaya hidup yang terus berubah, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai kondisi keuangannya sendiri. Perlu diketahui bahwa ada sejumlah hal yang dapat dikaitkan dengan upaya membangun kondisi finansial yang lebih sehat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut lima ciri kondisi finansial yang sehat dan dapat menjadi bahan evaluasi dalam kehidupan sehari-hari.
1. Memahami Kondisi Keuangan Pribadi
Salah satu tanda kondisi finansial yang sehat adalah memahami kebutuhan dan kemampuan keuangan secara realistis. Seseorang perlu mengetahui berapa pendapatan yang dimiliki, bagaimana pengeluaran digunakan, serta apa saja tujuan finansial yang ingin dicapai.
Pemahaman tersebut menjadi dasar untuk menentukan keputusan keuangan. Dengan mengetahui kondisi finansial secara menyeluruh, seseorang dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan kemampuan, bukan sekadar mengikuti tren atau keputusan orang lain.
Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Semakin baik pemahaman seseorang mengenai keuangan, semakin besar peluangnya untuk mengambil keputusan secara lebih terukur.
2. Memiliki Rencana untuk Masa Depan
Kondisi finansial yang sehat tidak hanya berorientasi pada kebutuhan hari ini. Perencanaan untuk masa depan juga perlu diperhitungkan, terutama ketika seseorang memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.
Rencana tersebut dapat mencakup berbagai tujuan, seperti menyiapkan dana pendidikan, memiliki tempat tinggal, mempersiapkan masa pensiun, hingga memenuhi kebutuhan keluarga dalam jangka panjang.
Membuat perencanaan sejak dini juga memungkinkan seseorang mengevaluasi target secara berkala. Dengan begitu, perubahan pendapatan maupun kebutuhan dapat diantisipasi tanpa mengganggu tujuan finansial utama.
3. Mampu Menghadapi Dampak Inflasi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Inflasi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga. Ketika harga kebutuhan meningkat, kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat ikut terpengaruh jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik.
Karena itu, kondisi finansial yang sehat juga ditandai dengan adanya kesiapan menghadapi perubahan biaya hidup. Pengelolaan pengeluaran perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi tanpa mengabaikan kebutuhan utama.
Halaman Selanjutnya
Berdasarkan temuan dari Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025, menyebutkan bahwa 92 persen responden di Indonesia merasakan dampak inflasi. Sebanyak 46 persen di antaranya bahkan menyatakan inflasi memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

1 week ago
9













