Selasa, 10 Maret 2026 - 18:02 WIB
VIVA – Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal terhadap kamp militer Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) di Pangkalan Udara Multinasional Al-Azraq di Yordania pada Senin malam, 9 Maret 2026. Hal ini dilaporkan oleh UNN dengan mengutip majalah Der Spiegel mengutip sejumlah sumber.
Dalam serangan tersebut, kamp militer bagian Jerman yang berada di pangkalan udara Al-Azraq di Yordania turut terkena serangan rudal balistik Iran - dimana personel Angkatan Udara AS juga ditempatkan di sana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut data awal, sebuah bangunan tempat tinggal kontingen Jerman terkena serangan tersebut. Pada saat serangan, tentara Jerman berada di tempat perlindungan - tidak ada korban jiwa di antara personel, menurut laporan tersebut.
Pada 1 Maret, majalah tersebut melaporkan dengan mengutip sumber bahwa serangan Iran merupakan tanggapan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, dengan menyerang fasilitas militer di Irak dan Yordania yang menampung personel Bundeswehr.
Belum diketahui apakah rudal tersebut langsung mengenai pangkalan, ataukah pecahan rudal yang dicegat oleh pertahanan udara jatuh di wilayah militer.
Pasukan Jerman telah ditempatkan di Al-Azraq selama beberapa tahun, dari mana Angkatan Udara mendukung koalisi anti-teror internasional dengan keterlibatan pada pesawat pengisian bahan bakar. Karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Bundeswehr telah mengambil tindakan pencegahan dan mengurangi jumlah personel di Al-Azraq, tempat beberapa ratus tentara sebelumnya ditempatkan.
Hingga hari ini, pasukan Jerman memiliki dua pesawat A400M Angkatan Udara di Al-Azraq, siap bereaksi cepat jika terjadi operasi evakuasi.
Sebelumnya pada Senin, 9 Maret, dua orang terluka di dua lokasi berbeda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, akibat serangan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Tehran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
AS dan Israel pada awalnya mengklaim bahwa serangan tersebut sebaga "pencegahan" yang diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, namun kemudian keduanya menegaskan bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Halaman Selanjutnya
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer tersebut. Iran kemudian menyatakan masa berkabung selama 40 hari.

12 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

