Tarif Transjabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta Segera Naik? Pramono Siapkan Penyesuaian Sejumlah Rute Bulan Ini

1 week ago 7

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:06 WIB

Jakarta, VIVA –  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah rute Transjabodetabek dalam waktu dekat. Salah satu rute yang masuk dalam pembahasan adalah layanan Transjabodetabek SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pramono mengatakan keputusan mengenai penyesuaian tarif tersebut ditargetkan akan diambil dalam bulan ini. Kebijakan itu tidak hanya berlaku untuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga beberapa rute Transjabodetabek lainnya yang dinilai memerlukan evaluasi tarif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat.

Beban Subsidi Jadi Alasan Utama

Menurut Pramono, penyesuaian tarif perlu dilakukan karena beban subsidi yang saat ini ditanggung pemerintah daerah dinilai terlalu besar.

Sejak layanan Transjabodetabek diperluas hingga wilayah penyangga Jakarta, Pemprov DKI terus memberikan dukungan subsidi agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat. Namun, untuk sejumlah rute tertentu, biaya operasional yang harus ditanggung pemerintah dinilai cukup tinggi sehingga perlu dilakukan evaluasi.

Karena itu, pemerintah daerah kini tengah mengkaji besaran tarif yang dianggap ideal agar layanan tetap berjalan optimal tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Meski demikian, Pramono belum mengungkapkan secara rinci rute-rute mana saja yang akan mengalami penyesuaian tarif selain layanan Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Rute Bandara Soekarno-Hatta Jadi Sorotan

Rute Transjabodetabek SH2 Blok M-Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu layanan yang paling banyak mendapat perhatian sejak diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta pada 12 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Layanan ini hadir sebagai alternatif transportasi publik bagi masyarakat yang ingin bepergian dari pusat Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta maupun sebaliknya dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding moda transportasi lainnya.

Sejak awal peluncuran, Pramono memang telah menyampaikan bahwa tarif layanan tersebut akan dievaluasi setelah beroperasi selama tiga bulan. Evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat okupansi penumpang sekaligus menghitung kembali besaran subsidi yang diberikan pemerintah.

Halaman Selanjutnya

Dengan masa operasional yang kini mendekati tiga bulan, pembahasan mengenai tarif baru mulai memasuki tahap pengambilan keputusan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |