VIVA – Hujan memiliki peran penting bagi kehidupan. Air yang turun dari langit dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjaga ketersediaan air bagi pertanian dan perkebunan.
Ketika kekeringan berlangsung cukup lama dan hujan tidak kunjung turun, umat Islam memiliki tuntunan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satunya dengan melaksanakan shalat istisqa, yaitu shalat sunnah yang dikerjakan untuk memohon turunnya hujan.
Pengertian Shalat Istisqa
Secara bahasa, al-istisqa berarti meminta curahan air atau meminta hujan. Dalam fikih, shalat istisqa merupakan shalat sunnah muakkadah yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
Shalat istisqa telah dipraktikkan pada masa Rasulullah SAW. Hal tersebut salah satunya berdasarkan hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. Dalam hadis tersebut diceritakan bahwa Rasulullah SAW keluar untuk memohon hujan, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat bersama para sahabat tanpa azan dan iqamat.
Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa
Shalat istisqa dilaksanakan ketika terjadi kekeringan atau hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama. Waktu pelaksanaannya adalah pada siang hari, setelah matahari terbit. Waktu tersebut kurang lebih sama dengan waktu dimulainya pelaksanaan shalat Idul Fitri dan Idul Adha.
Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat istisqa juga dapat dikerjakan pada sore hari. Namun, pelaksanaannya tetap perlu menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, yaitu ketika matahari berada tepat di atas kepala dan ketika matahari terbenam.
Niat Shalat Istisqa
Shalat istisqa dikerjakan sebanyak dua rakaat dan tidak didahului azan maupun iqamat. Sebelum memulai shalat, imam dan makmum berniat melaksanakan shalat istisqa.
Bacaan niatnya yakni:
"Ushalli sunnat al-istisqai, rak'ataini mustaqbil al-qiblati (imaman/makmuman) lillahi taala. "
Tata Cara Shalat Istisqa
Setelah mengetahui waktu dan niatnya, berikut urutan pelaksanaan shalat istisqa dua rakaat:
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Berkumpul untuk shalat berjamaah
Imam dan makmum berkumpul di tanah lapang untuk melaksanakan shalat istisqa secara berjamaah.
2. Tidak menggunakan azan dan iqamat
Shalat istisqa tidak diawali dengan azan maupun iqamat. Imam dan makmum langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan shalat.
Halaman Selanjutnya
3. Takbir pada rakaat pertama Setelah takbiratul ihram, dilakukan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.

1 week ago
8













