TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Naik 20,5 Persen Kuartal I-2026

4 hours ago 3

Kamis, 30 April 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – PT TBS Energi Utama (TOBA) hari ini menyampaikan laporan kinerja periode kuartal I-2026, yang menunjukkan perkembangan positif setelah fase transformasi portofolio ke sektor bisnis hijau melalui akuisisi dan divestasi pada tahun 2025 tanpa mengorbankan performa finansial dan operasional.

Direktur TBS Juli Oktarina mengungkapkan fokus perseroan saat ini adalah memperkuat stabilitas operasional pada lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik. Pada periode ini, indikator keuangan utama menunjukkan performa yang solid dengan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar 20,5% dan laba kotor konsolidasi sebesar 46,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Efisiensi operasional yang semakin membaik terlihat dari posisi arus kas operasional yang sebelumnya negatif US$2,9 juta pada tahun 2025 menjadi positif US$9,9 juta pada tahun 2026. Secara keseluruhan, total kerugian periode berjalan berhasil berkurang lebih dari 83% secara tahunan dari US$58,9 juta ke US$9,5 juta karena tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu.

"Hasil yang kami capai di kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan. Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan Perseroan. Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," ujar Juli dikutip dari keterangannya, Kamis, 30 april 2026.

Dia menjabarkan, Lini bisnis pengelolaan limbah kini menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60% dari total pendapatan konsolidasi dan 93% dari total EBITDA Disesuaikan1, didorong oleh pertumbuhan pendapatan segmen yang melonjak signifikan sebesar 447,69% atau 5,5 lipat2, dari US$9,4 juta menjadi US$51,9 juta.

Bisnis pengelolaan limbah menunjukkan resiliensi di segala situasi ekonomi. Terlepas dari fluktuasi pasar maupun ketidakpastian global, segmen ini terbukti mampu memberikan arus pendapatan yang stabil dan berulang, dengan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi. Perkembangan operasional di segmen ini meliputi Cora Environment (Singapura) yang  Melayani lebih dari 470.000 pelanggan dengan tingkat ketersediaan fasilitas operasional mencapai 100%. 

Halaman Selanjutnya

Kemudian, Asia Medical Enviro Services (AMES) yang Mempertahankan posisi di pasar pengelolaan limbah medis Singapura dengan pangsa pasar sekitar 45%. Lalu ARAH Environmental (Indonesia) yang Melayani lebih dari 5.000 pelanggan di berbagai sektor yang tersebar di 15 provinsi. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |