Kamis, 30 April 2026 - 14:00 WIB
VIVA –Presiden Rusia, Vladimir Putin diketahui melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Rabu 29 April waktu setempat. Berdasarkan keterangan dari ajudan Kremlin, Yuri Ushakov percakapan yang berlangsung selama lebih dari 90 menit itu membahas tentang konflik di Timur Tengah dan situasi di Ukraina.
Dijelaskan oleh Ushakov, dalam panggilan telepon itu, Putin sempat memberikan apresiasi kepada Trump yang memperpanjang durasi gencatan senjata dengan Iran. Dia menilai langkah Trump itu dapat membuka peluang negosiasi dan membantu menstablikan kondisi secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun di satu sisi, kata Ushakov, Presiden Rusia juga mengingatkan Trump bahwa jika AS dan Israel kembali melakukan agresi militer, dampaknya akan sangat besar dan merugikan. Bukan hanya bagi Iran dan negara-negara di sekitar tetapi juga bagi komunitas internasional secafra luas.
Melansir laman NDTV, Kamis 30 April 2026, Ushakov menambahkan bahwa Rusia tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya diplomatik terkait konflik di Timur Tengah.
Selain itu, telepon yang digagas oleh Rusia itu juga sempat membahas perang di Ukraina yang kini telah memasuki tahun kelima sejak negara itu melancarkan invasi pada 2022.
Atas permintaan Trump, Putin menjelaskan situasi terkini di garis depan, di mana pasukan Rusia disebut masih memegang kendali strategis dan terus menekan posisi lawan.
Ushakov juga menyebut bahwa Putin dan Trump memiliki pandangan yang relatif serupa terkait pemerintahan Kyiv yang dipimpin oleh Volodymyr Zelensky, yang menurut mereka, dengan dorongan dan dukungan dari negara-negara Eropa, justru memperpanjang konflik.
Serangan Rusia ke Ukraina telah menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah, menewaskan ribuan warga sipil, serta memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Putin juga menyatakan kesiapannya untuk memberlakukan gencatan senjata selama perayaan Victory Day (Hari Kemenangan). Trump disebut mendukung inisiatif tersebut, dan menilai bahwa momen itu merupakan simbol kemenangan bersama.
Rusia memperingati Hari Kemenangan setiap 9 Mei untuk mengenang keberhasilan Uni Soviet mengalahkan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Perayaan ini biasanya ditandai dengan parade militer di pusat kota Moskow.
Halaman Selanjutnya
Namun, untuk tahun ini, acara tersebut akan digelar lebih sederhana sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan balasan dari Ukraina, sebagaimana sebelumnya disampaikan pihak Kremlin.

4 hours ago
2



























