Tim Alfa TNI Turun ke Way Kambas, Misi Khusus Selamatkan Habitat Gajah dari Karhutla

8 hours ago 1

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Jakarta, VIVA – Satuan elite TNI, Tim Alfa, diterjunkan ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Pengerahan pasukan dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto. Selain mempercepat pemadaman, operasi tersebut diprioritaskan untuk melindungi habitat gajah sumatera yang berada di kawasan taman nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Tim Alfa memiliki kemampuan untuk bergerak cepat di medan berat dan menjangkau lokasi yang sulit diakses.

"TNI telah menyiagakan Tim Alfa, yakni satuan kecil yang dibentuk untuk menjalankan misi taktis di medan berat dalam penanggulangan bencana," ujar Kristomei di Bandarlampung, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut dia, personel Tim Alfa juga memiliki kemampuan sebagai penerjun freefall. Kemampuan tersebut memungkinkan mereka menjangkau wilayah yang terisolasi atau sulit ditembus melalui akses darat biasa.

79 Titik Panas Masih Terdeteksi

Pengerahan Tim Alfa dilakukan ketika karhutla di Provinsi Lampung masih menyisakan 79 titik panas.

Kondisi tersebut membuat pemerintah dan aparat gabungan meningkatkan penanganan, terutama di kawasan TNWK yang memiliki fungsi penting sebagai habitat satwa dilindungi.

Pemadaman di lapangan tidak hanya menghadapi api yang terlihat di permukaan. Karhutla di kawasan tersebut didominasi alang-alang dengan bara yang dapat bertahan di bawah tanah meskipun api di permukaan telah padam.

Kondisi itu membuat petugas harus melakukan penanganan secara menyeluruh untuk memastikan bara tidak kembali memicu kebakaran.

Prabowo Tambah Bantuan Pemadaman

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan secara daring, Presiden Prabowo juga mendapat laporan mengenai kebutuhan peralatan untuk menangani karhutla di Lampung.

Prabowo menilai dua helikopter water bombing yang didatangkan dari Palembang dan Jawa Timur masih belum mencukupi untuk menangani kondisi di lapangan.

Presiden kemudian memutuskan menambah armada udara sekaligus memperbanyak bantuan peralatan pemadaman di darat.

Respons cepat juga terlihat ketika Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kebutuhan pompa air kepada Presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berapa yang Anda perlu?" tanya Prabowo.

"10, Pak Presiden," jawab Mirza.

Halaman Selanjutnya

"Ya, bagus. Saya kirim 20," tegas Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |