Jumat, 20 Maret 2026 - 22:20 WIB
VIVA – Ketegangan di Timur Tengah sedang mencapai titik kritis di momen yang seharusnya penuh perayaan. Saat umat Muslim merayakan Idulfitri dan masyarakat Iran menyambut Tahun Baru Persia (Nowruz), rentetan serangan justru mengguncang kawasan Teluk hingga Teheran.
Konflik yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi eskalasi terbuka yang menyasar infrastruktur energi vital, memicu kekhawatiran krisis global, terutama di sektor minyak dan gas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengutip Al Jazeera, serangan terbaru terjadi di Kuwait, di mana kilang minyak terbesar negara itu, Mina al-Ahmadi, menjadi sasaran drone untuk hari kedua berturut-turut.
Otoritas Kuwait tidak secara langsung menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, insiden ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Iran di kawasan Teluk, menyusul serangan Israel ke ladang gas South Pars awal pekan ini.
Penampakan ladang gas South Pars di Iran.
Kilang yang memiliki kapasitas sekitar 730 ribu barel per hari itu dilaporkan mengalami kebakaran di beberapa unit, memaksa penghentian sebagian operasional.
Api dilaporkan membakar sejumlah unit produksi pada Jumat pagi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, otoritas setempat terpaksa menghentikan beberapa operasional kilang. Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara mereka masih aktif menghadang ancaman rudal dan drone yang masuk ke wilayah udara.
Iran Perluas Target, Energi Jadi Sasaran Utama
Serangan ke Kuwait bukanlah insiden tunggal. Iran dilaporkan melancarkan operasi yang lebih luas ke berbagai negara Teluk sebagai respons atas serangan Israel sebelumnya ke ladang gas South Pars, salah satu sumber energi utama Iran.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah target strategis, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab serta beberapa titik di wilayah Israel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Negara-negara Teluk pun siaga penuh. Uni Emirat Arab melaporkan ancaman rudal dan drone yang masuk, sementara Bahrain menyebut serpihan serangan Iran memicu kebakaran gudang. Arab Saudi bahkan mengaku berhasil menghancurkan lebih dari belasan drone hanya dalam waktu dua jam.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa serangan ini baru sebagian kecil dari kekuatan militer negaranya.
Halaman Selanjutnya
“Ini hanya sebagian kecil dari kemampuan kami. Jika fasilitas energi kami kembali diserang, maka tidak akan ada lagi penahanan diri,” ujar Abbas dalam keterangannya.

4 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
