TNI AD Tegaskan Jembatan Pongpet Pangandaran Bukan Ambruk

1 week ago 8

Selasa, 1 September 2026 - 00:01 WIB

Pangandaran, VIVAJembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ternyata dibangun Kodim 0625/Pangandaran bukan sekadar sebagai akses penghubung, tetapi untuk membantu memperlancar aktivitas masyarakat di Desa Margacinta dan wilayah sekitarnya.

Namun, jembatan yang baru diresmikan pada Minggu, 30 Agustus 2026, itu kini belum dapat digunakan warga. Sebelumnya, tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas ketika puluhan orang melintas secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk upaya TNI AD membantu masyarakat.

”Kehadirannya diharapkan dapat mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi warga,” ujarnya, dikutip Selasa, 1 September 2026.

Menurut Donny, jembatan tersebut dibangun untuk meningkatkan akses dan konektivitas warga Desa Margacinta dan sekitarnya. Karena itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama setelah insiden yang terjadi saat peresmian.

”TNI AD memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,” kata dia.

TNI AD juga meluruskan kabar yang menyebut Jembatan Gantung Pongpet ambruk saat peresmian. Donny memastikan struktur utama jembatan masih berada pada posisinya.

Insiden terjadi karena tali sling bagian kiri terlepas setelah jembatan dilintasi sekitar 50 orang secara bersamaan. Jumlah tersebut melampaui kapasitas yang sebelumnya telah ditentukan.

Di sekitar jembatan, sebenarnya telah dipasang papan pemberitahuan yang mengatur penggunaan jembatan. Dalam ketentuan tersebut, jembatan hanya diperbolehkan dilintasi tiga orang atau satu sepeda motor secara bergantian.

Akibat beban yang terlalu banyak, tali sling di sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utamanya. Kondisi itu membuat posisi jembatan menjadi miring.

TNI AD menilai pelurusan informasi mengenai insiden tersebut penting agar masyarakat tidak salah memahami kondisi sebenarnya. Sebab, jembatan tidak mengalami keruntuhan secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk sementara, jembatan ditutup dan menjalani perbaikan. Evaluasi dilakukan guna memastikan seluruh bagian konstruksi aman dan layak sebelum nantinya kembali digunakan masyarakat.

TNI AD menegaskan keberadaan jembatan tersebut diharapkan tetap memberikan manfaat bagi warga, dengan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasiannya.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

KSAD: Warga Bertato Karena Tradisi Tak Masalah Masuk TNI, Diizinkan

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan warga yang mempunyai tato karena tradisi adat diperbolehkan untuk mendaftar masuk TNI.

img_title

VIVA.co.id

31 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |