Bekasi, VIVA – Operasi pencarian korban longsor sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, resmi dihentikan. Tim SAR Gabungan menutup operasi setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan tidak ada lagi laporan orang hilang.
Keputusan tersebut diambil setelah proses pencarian yang berlangsung intensif sejak insiden longsor terjadi. Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan, operasi SAR ditutup pada Senin dini hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pukul 00.00 WIB, dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” tutur dia, Selasa, 10 Maret 2026.
Selama proses pencarian, tim SAR mengerahkan berbagai metode untuk menemukan para korban. Akses ke lokasi longsor dibuka menggunakan alat berat guna menyingkirkan timbunan sampah yang menutup area pencarian.
Selain itu, tim juga menurunkan anjing pelacak K9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah tumpukan sampah. Pencarian bahkan dilakukan dari udara menggunakan drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Salah satu korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia diketahui bernama Jussova Situmorang (38). Identitas korban dipastikan melalui proses identifikasi oleh RS Polri Kramat Jati.
“Mendapatkan informasi dari pihak kepolisian bahwa korban atas nama Ato dan Dofir dalam keadaan selamat sudah kembali ke kediamannya masing-masing,” kata dia.
Pencarian kemudian kembali menemukan korban lainnya, yakni Hardianto yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir kali setelah tertimpa timbunan sampah. Tak lama kemudian, tim juga menemukan korban bernama Riki Supriadi (40) dalam kondisi meninggal dunia.
“Dengan begitu total jumlah korban 13 orang,” kata dia.
Dari total korban tersebut, enam orang dilaporkan selamat sementara tujuh lainnya meninggal dunia dalam insiden longsor sampah di TPST Bantargebang.
Korban selamat:
1. Budiman;
2. Johan;
3. Safifudin;
4. Slamet;
5. Ato;
6. Dofir;
Korban meninggal dunia:
1. Enda Widayanti (25) – pemilik warung;
2. Sumine (60) – pemilik warung;
3. Dedi Sutrisno – sopir truk asal Karawang;
4. Irwan Supriatin – sopir truk;
5. Jussova Situmorang (38);
6. Hardianto;
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
7. Riki Supriadi (40).
Sebelumnya diberitakan, peristiwa longsor sampah terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Halaman Selanjutnya
Insiden yang terjadi di zona 4 kawasan TPA tersebut mengakibatkan tiga orang tewas. Hal itu dibenarkan Desiana Kartika Bahari selaku Kepala Kantor SAR Jakarta.

18 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

