Jakarta, VIVA – Pertumbuhan sektor FMCG di Indonesia kembali berekspansi, usai periode pertumbuhan volume yang cenderung melambat akibat inflasi yang sempat menekan daya beli.
Di tengah pertumbuhan pasar sekitar 3,6 persen dalam beberapa kuartal terakhir, sektor Makanan dan Minuman berhasil tumbuh jauh di atas rata-rata kategori yakni sekitar 6,49–6,51 persen jelang pertengahan 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah pertumbuhan positif itulah, produsen minuman bersoda zero sugar dan zero calorie ZOZO, PT Ikaria Multirasa Group, menjalin investasi strategis dengan PT Taurus Gemilang untuk mempercepat pertumbuhan kategori minuman zero-sugar di Indonesia.
“Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap apa yang telah dibangun ZOZO selama dua puluh bulan terakhir, sekaligus ke mana kami akan membawa merek ini selanjutnya,” kata Co-Founder ZOZO, Yanni Sialas dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.
Dia menambahkan, transaksi kedua belah pihak ini didampingi oleh Naiman Global, sebagai penasihat (advisor). Investasi ini menurut Yanni mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap misi ZOZO.
Yakni untuk menghadirkan pilihan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia dalam kategori minuman soda zero sugar dan zero calorie, yang menyajikan cita rasa yang kaya dengan menggunakan pemanis Stevia tanpa mengorbankan kenikmatan rasa.
Dia mengatakan, bermitra dengan PT Taurus Gemilang merupakan langkah penting dalam ambisi pihaknya, untuk turut serta dalam babak baru industri minuman di Indonesia. Hal itu seiring terus berkembangnya preferensi konsumen, terutama di kalangan konsumen muda yang mencari pilihan minuman zero sugar dan lebih sadar akan kesehatan.
"Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan kategori minuman bebas gula. Bersama-sama, kami menghadirkan kapabilitas yang saling melengkapi, pemahaman pasar, serta skala usaha untuk menjadikan minuman yang lebih baik semakin mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
CEO PT Taurus Gemilang, Budi Purnomo mengatakan, di tengah kondisi pasar yang semakin menantang, pihaknya percaya bahwa sangat penting untuk tetap disiplin dan selektif, berfokus pada bisnis dengan fundamental yang kuat, posisi yang jelas, dan dengan potensi jangka panjang.
“Kami melihat ZOZO bukan sekadar merek dengan satu kategori produk. Tapi kami melihatnya sebagai bisnis konsumen dengan peluang untuk tumbuh melalui inovasi produk, perluasan distribusi, dan penguatan merek," kata Budi.
Halaman Selanjutnya
“Investasi ini mencerminkan keyakinan kami bahwa bisnis yang kuat dapat terus tumbuh bahkan di tengah pasar yang lebih selektif,” ujarnya.

4 days ago
7













