Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran? Begini Faktanya!

1 week ago 22

Kamis, 3 September 2026 - 14:36 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara pribadi sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun Pentagon diam-diam memperpanjang penempatan pasukan di Timur Tengah, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), dikutip pada Kamis, 3 September 2026.

WSJ melaporkan bahwa Trump telah berdiskusi dengan para penasihat senior untuk mengeluarkan pernyataan mengenai "berakhirnya perang dengan Iran," sebuah langkah yang dilaporkan didukung presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump percaya bahwa memberikan tekanan ekonomi yang intens akan memaksa Teheran membongkar program nuklirnya atau meruntuhkan pemerintahannya.

Amerika Serikat meluncurkan Operasi Economic Outcast pekan lalu, yang menargetkan jalur ekonomi utama Iran, termasuk sektor minyak, pelayaran, penerbangan, emas, teknologi, dan aset digital.

Namun, meski ada diskusi privat tersebut, Pentagon tetap memperpanjang penempatan pasukan sebagai tanda bahwa perang bisa berlarut "hingga tahun depan."

Militer mempertahankan 50.000 pasukan dan 19 kapal perang, termasuk dua kapal induk dan 13 kapal perusak berpemandu misil, untuk memberikan "fleksibilitas" operasional kepada presiden. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan terkait konflik dengan Iran. Trump mengatakan militer Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melancarkan serangan kembali terhadap Iran apabila situasi dianggap membutuhkan tindakan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada awak media pada Senin, 31 Agustus 2026. Ia menyinggung kondisi militer Iran yang menurutnya telah mengalami kerusakan besar akibat serangkaian serangan sebelumnya.

“Para pemimpin mereka (Iran) sebagian besar sudah tewas. Angkatan Laut mereka sudah tidak ada. Angkatan Udara mereka sudah tidak ada. Peralatan pengawasan mereka hampir seluruhnya sudah hancur. Itu bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka. Kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump kepada media, dikutip Selasa 1 September 2026. 

Ketegangan antara Washington dan Teheran sebelumnya mencapai eskalasi besar pada 28 Februari 2026. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran kemudian memberikan respons dengan menyerang sejumlah target milik Amerika Serikat.

Upaya untuk menghentikan permusuhan sempat dilakukan pada pertengahan Juni 2026. Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan rangkaian permusuhan.

Halaman Selanjutnya

Namun, situasi kembali memanas setelah kedua negara kembali melancarkan serangan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |