Trump Klaim Iran ’Kolaps’, Memohon AS Segera Buka Selat Hormuz

1 day ago 5

Rabu, 29 April 2026 - 18:20 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali membuat klaim terkait kondisi negara Iran. Kali ini dirinya menyebut bahwa Iran telah menyampaikan pesan kepadanya bahwa negara tersebut saat ini berada dalam kondisi ’runtuh’.

Lantaran kondisi tersebut, Iran kata Trump memintanya agar membuka Selat Hormuz secepat mungkin sambil mereka mencoba menyelesakan situasi kepemimpinan di dalam negeri Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana pesan tersebut disampaikan atau siapa yang secara langsung menyampaikannya.

Pernyataan Trump pada hari Selasa itu muncul di tengah laporan bahwa ia tidak puas dengan proposal terbaru dari Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Rencana tersebut disebut-sebut mendorong AS untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di jalur tersebut, namun tidak menyentuh isu program nuklir.

“Kami sudah jelas soal garis merah kami, dan Presiden hanya akan menyetujui kesepakatan yang menguntungkan rakyat Amerika dan dunia,” ujar juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, kepada TIME saat dimintai tanggapan mengenai proposal tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menolak gagasan kesepakatan apa pun yang tidak menjadikan kemampuan nuklir Iran sebagai fokus utama pembahasan.

“Saya tidak ragu bahwa suatu saat nanti, jika rezim ulama radikal ini masih berkuasa di Iran, mereka akan memutuskan untuk memiliki senjata nuklir,” katanya kepada Fox News pada Senin malam.

Ia menegaskan bahwa kemampuan nuklir Iran tetap menjadi isu mendasar yang harus dihadapi.

Saat ditanya apakah Iran benar-benar serius ingin mencapai kesepakatan, Rubio mengisyaratkan bahwa para negosiator Iran hanya berusaha mengulur waktu.

“Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja. Mereka negosiator yang sangat handal dan berpengalaman. Kita harus memastikan setiap kesepakatan yang dibuat benar-benar mencegah mereka bergerak cepat menuju kepemilikan senjata nuklir kapan pun,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rubio juga menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak boleh bergantung pada kendali Iran atas jalur strategis tersebut, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

“Itu adalah jalur perairan internasional. Kita tidak bisa menerima upaya untuk menjadikannya seolah-olah Iran berhak menentukan siapa yang boleh melintas dan berapa biaya yang harus dibayar,” katanya. Ia kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada kapal yang harus membayar biaya kepada Iran demi mendapatkan jalur aman.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, blokade angkatan laut AS masih terus berlangsung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |