Trump Klaim Kesepakatan Damai Iran Akan Buka Kembali Selat Hormuz

6 hours ago 3

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:00 WIB

VIVA –Presiden Donald Trump mengatakan bahwa nota kesepahaman terkait perdamaian Iran-Amerika Serikat yang Sebagian besar sudah dinegosiasikan akan membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan Trump tersebut memunculkan harapan bahwa perang yang terjadi sejak Februari lalu bisa segera memasuki titik perdamaian.

Trump mengatakan kesepakatan itu akan membuka kembali jalur tersebut namun dirinya tidak menjelaskan detail lain yang dimuat dalam kesepakatan damai itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aspek dan rincian akhir dari kesepakatan saat ini masih dibahas dan akan segera diumumkan," tulis Trump di platform Truth Social miliknya dikutip dari laman CNA News, Minggu 24 Mei 2026. 

Sejumlah media di AS dan Iran melaporkan bahwa kesepakatan itu akan menjadi kerangka untuk mengakhiri berbulan-bulan konflik, mencabut blokade AS terhadap pelayaran Iran, dan membuka kembali jalur laut yang sebelumnya ditutup Iran dengan ancaman serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.

Laporan tersebut juga menyebut pembahasan terkait stok uranium yang diperkaya milik Iran, yang selama ini diminta Washington untuk dihentikan, akan dinegosiasikan dalam waktu 30 hingga 60 hari.

Harapan Meredanya Krisis Energi Global

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang sedang berkunjung ke India, mengatakan perkembangan baru terkait Iran kemungkinan akan muncul pada Minggu Waktu AS. 

Seorang sumber senior Iran kepada Reuters mengatakan jika Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyetujui nota kesepahaman tersebut, dokumen itu akan dikirim kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk mendapatkan persetujuan akhir.

Namun, kantor berita Tasnim menyebut masih ada perbedaan pandangan terkait satu atau dua klausul dalam kesepakatan.

Tasnim mengutip sumber yang mengatakan tidak akan ada kesepahaman final jika AS terus menciptakan hambatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan yang memperkuat gencatan senjata yang masih rapuh itu diperkirakan dapat memberi kelegaan bagi pasar global, meski belum langsung mengakhiri krisis energi dunia yang telah membuat harga bahan bakar, pupuk, dan pangan melonjak.

Harga minyak mentah Brent saat ini berada di kisaran 103,50 dolar AS, atau naik 43 persen dibanding saat AS dan Israel menyerang Iran pada Februari lalu.

Halaman Selanjutnya

Kepala Abu Dhabi National Oil Company pekan lalu bahkan mengatakan bahwa meski perang berakhir sekarang, arus pelayaran normal di Selat Hormuz diperkirakan baru benar-benar pulih pada kuartal pertama atau kedua tahun 2027.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |