Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:00 WIB
Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup, tetapi mengalami luka parah di bagian kiri tubuhnya.
“Dia mengalami luka yang sangat serius. Bagian kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya,” kata Trump kepada komentator politik Glenn Beck.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump mengatakan bahwa jika Khamenei sebenarnya telah meninggal dunia, pemerintah Iran sedang “memainkan sandiwara yang cukup meyakinkan” dengan mengklaim bahwa mereka masih rutin berkonsultasi dengannya.
Trump juga memprediksi bahwa perang dengan Iran akan berakhir dalam waktu yang cukup dekat, sembari kembali mengeklaim bahwa AS telah berhasil membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut Trump, sebanyak 10 juta barel minyak melewati jalur strategis tersebut pada Selasa, sementara 22 kapal berhasil melintas dengan aman sepanjang malam.
“Kami meraih kemenangan di Venezuela, dan kami akan meraih kemenangan besar di sini dalam waktu yang sangat dekat,” ucapnya.
Adapun Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bertemu dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada 9 Agustus lalu, guna membahas perkembangan situasi ekonomi, militer dan pertahanan Iran terkini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertemuan tersebut menjadi kemunculan pertama Mojtaba di hadapan publik dan media setelah selama lima bulan terus berada di balik layar.
“Pemimpin Revolusi Islam bertemu dan berbicara dengan Presiden tentang masalah ekonomi dan militer," demikian bunyi pernyataan di saluran Telegram pemimpin Iran tersebut. (Ant)
Putra Bungsu Trump Jadi Sasaran Ancaman Iran, Ini Fakta yang Diungkap Secret Service
Agen rahasia AS, menyebut adanya video yang disiarkan media pemerintah Iran dan diduga berisi ancaman terhadap putra bungsu presiden AS, Donald Trump, Barron Trump
VIVA.co.id
27 Agustus 2026

2 weeks ago
4













